Ini Alasan Akbar Tandjung Gelar Konvensi Capres pada 2004

Ini Alasan Akbar Tandjung Gelar Konvensi Capres pada 2004

- detikNews
Kamis, 27 Okt 2011 16:38 WIB
Ini Alasan Akbar Tandjung Gelar Konvensi Capres pada 2004
Jakarta - Partai Golkar di era Akbar Tandjung berani menggelar konvensi. Pada 2004 saat menjadi Ketua Umum Partai Golkar, Akbar membuat terobosan. Konvensi yang umum digelar partai politik di AS diadopsi. Akbar berani membuat partainya terbuka dan demokratis. Apa alasannya?

"Kami pada tahun 2004 itu melalui konvensi karena kami ingin buktikan Golkar sudah berubah dengan paradigma baru terutama dalam rekruitmen capres," kata Akbar di arena Rapimnas Golkar di Hotel Mercure, Ancol, Jakut, Kamis (27/10/2011).

Menurut Akbar, konvensi memberikan kesempatan terbuka kepada seluruh tokoh yang merasa terpanggil. Dengan konvensi, suasana demokrasi pun akan kelihatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini yang kami lakukan dan mendapat apresiasi masyarakat dan citra Golkar naik," imbuhnya.

Konvensi, lanjut Akbar, melibatkan jajaran partai dari bawah. Konvensi juga memaparkan visi dan misi Capres. Namun, menurut dia, bila kemudian Golkar kali ini tidak melakukan konvensi, bukan berarti tidak demokratis.

"Tetap demokratis karena aspirasi DPD-DPD. Konvensi juga demokratis," imbuhnya.

Akbar mengaku walau kemungkinan dia mendapat dukungan apabila konvensi dilakukan, namun dia tidak risau. "Ya enggak apa-apa ini kan keputusan organisasi. Mewujudkan melalui rapim cukup dan representatif. Dan kita harus menghormati," jelasnya.

Akbar juga menjelaskan bahwa peniadaan konvensi ini bukan dari Ketua Umum Aburizal Bakrie, semata karena aspirasi dari DPD yang masuk di Rapimnas. "Ical tidak pernah mengarahkan, saya tidak mendengar itu dan ini muncul dari DPD tingkat I," tuturnya.

Untuk diketahui, konvensi Golkar di era Jusuf Kalla pada 2009 juga ditiadakan. JK melakukannya dengan menjaring aspirasi dari daerah. Nah, dahulu sempat muncul sejumlah calon selain JK. Kemudian calon-calon itu disurvei, yang paling unggul menjadi pemenang dan itu JK. Di era Ical melalui Rapimnas langsung ketok palu bahwa ketum menjadi capres.

(ndr/asy)


Berita Terkait