"Kita menduga, tanpa konvensi seolah ingin mengamankan sosok nomor satu yang merupakan ketua umum. Mereka berpikir, masa orang nomor 1 tidak jadi kandidat presiden. Pada Pemilu 2009 juga penuh tarik ulur soal ini," kata Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (27/10/2011).
Titi melihat ada kooptasi personal yang sangat kuat di tubuh partai berlambang pohon beringin ini. Sehingga apa yang terjadi dalam rapimnas Golkar kali ini memperlihatkan kepada publik ada ketakutan kalangan tertentu jika konvensi digelar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga, imbuhnya, jangan-jangan tidak ada sosok yang bisa dijual oleh Golkar. "Dijual maksudnya bukan hanya dalam konteks popularitas, tapi juga modal," ucap Titi.
(vit/fay)










































