"Kalau ingin jalan itu tidak banjir lagi, ya kita harus mendukung pembangunan itu," terang Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, di sela-sela acara diskusi publik Revitalisasi Manajemen Layanan Angkutan Umum di Gedung Balaikota DKI Jakarta, Kamis (27/10/2011).
Pristono mengatakan, proyek itu mau tidak mau memang harus dilakukan di titik tersebut. Sebab, jika dilakukan di sepanjang bawah tanah pedestrian sudah penuh dengan utilitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pristono menambahkan Dishub juga tidak mungkin mengalihkan arus lalu lintas di kawasan itu. Oleh karena itu, bagi pengendara yang tidak ingin terjebak macet dia menyarakan tidak melintasi jalan itu.
"Paling baik ya cari alternatif jalan lain," saranya.
Terkait somasi yang dilayangkan pihak Direktorat Lalu Lintas Polda Metro sebagai dampak proyek yang menggangu lalu lintas, Pristono enggan menanggapi lebih lanjut. Menurutnya, itu hanya surat peringatan agar kontraktor profesional.
"Somasi itu saya rasa untuk memperingatkan supaya tidak profesional, agar kontraktor itu aware," tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, dari hasil pengamatan detikcom, pekerjaan galian untuk box culvert ini dilakukan di sejumlah titik di Jl Jenderal Sudirman, seperti di depan Markas Polda Metro Jaya dan Kampus Atmajaya. Pengelola proyek hanya membatasi lubang galian dengan garis proyek berwarna kuning dan spanduk untuk menutupinya.
Akibat adanya pekerjaan ini, arus lalu lintas di sepanjang Jl Jenderal Sudirman tersendat hingga menyebabkan kemacetan. Adapun, pelaksana proyek adalah PT Ide Murni Pratama.
(lia/lrn)










































