Begitu kata Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Komarudin Hidayat usai saminar bertema 'Kemajemukan dalam Arena Berbangsa di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Kamis (27/10/2011).
Komaruddin mengatakan, kurang sejahteranya masyarakat Papua karena banyaknya pejabat yang seharusnya mengurus Papua, namun lebih banyak menghabiskan waktu di Jakarta. Dengan begitu, warga yang jadi korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kondisi itu, mau tidak mau, pemerintah pusat harus bekerja ekstra keras untuk bisa membuat warga Papua lebih sejahtera. Jika tidak, siap-siap saja suatu saat Papua benar-benar lepas dari Indonesia.
"Ada orang-orang asing yang memang berkepentingan kalau ada keributan di Papua. Ada orang asing yang senang Papua lepas. Papua itu sumber yang luar biasa," kata pria berkacamata ini.
Selain menurunkan pasukan keamanan, pemerintah juga semestinya melakukan pendekatan-pendekatan informal. Misalnya melalui agama, pendidikan, dan tentu saja soal kesejahteraan masyarakat.
Baru-baru ini berbagai peristiwa terjadi di Papua. Mulai dari masalah Freeport hingga penembak-penembak gelap. Ulah penembak gelap telah menyebabkan Kapolsek Mulia AKP Dominggus Awes tewas.
Sementara itu sejumlah kontak senjata antara kelompok yang masih misterius terus terjadi. Kelompok tersebut rata-rata menyerang polisi atau pos polisi. Pasukan Brimob dari Jakarta telah dikirimkan untuk mengamankan Papua.
(ken/fay)










































