"Lihat saja Metromini, itu tidak akan pernah baik kalau tidak mendapatkan subsidi," kritik anggota DTKJ Iskandar Abubakar dalam acara diskusi publik Revitalisasi Manajemen Layanan Angkutan Umum di Gedung Balaikota DKI Jakarta, Kamis (27/10/2011).
Dia menambahkan, bagaimana mungkin masyarakat bisa meninggalkan kendaraan pribadi jika pelayanan angkutan umum tidak dikelola dengan baik. Ini semakin berdampak pada volume kendaraan pribadi yang semakin meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menambahkan, bagaimana mungkin pula kenikmatan berkendara pribadi bisa dihilangkan. Jika biaya yang dibebankan sangat murah.
"Karena masih banyak yang memanfaatkan BBM bersubsidi," jelasnya.
Mau tidak mau, lanjutnya, pemerintah hanya coba menghasilkan solusi yang dari segi hasil tidak berdampak banyak. Misalnya dengan menambah jaringan jalan.
"Kita harus bertindak cepat jika tidak tentu kita akan berhadapan dengan masalah yang lebih besar, misalnya dengan menerapkan tarif parkir sistem zonasi. Saya yakin itu sangat berdampak," tambahnya.
"Itu harus segera dilakukan karena posisi jumlah kendaraan kita saat ini dan jaringan jalan sudah sangat mepet," tandasnya.
(lia/rdf)










































