"Buku adalah bagian hidup. Karena itu jangan malu disebut kutu buku. Kutu buku lebih baik dari pada kutu bantal atau kutu kasur. Kutu buku telah mencetak banyak pemimpin dunia. Pemimpin dunia berasal dari 'kutu buku'" kata Wakil Presiden Boediono.
Hal itu dikatakan dia saat mencanangkan Gerakan Nasional Pembudayaan Gemar Membaca di Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (27/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, membaca buku berguna untuk memperluas penguasaan bahasa, baik Bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Bila seorang individu telah menguasai bahasa dengan baik, komunikasi yang ia ciptakan pun akan lancar. Niscaya, kesuksesan pun akan didapat.
"Manfaat lainnya dari buku yaitu berguna untuk membangun kepribadian," lanjut Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tersebut.
Namun, Wapres mewanti-wanti agar memilih bahan bacaan yang sehat dan baik. "Ingat 'you are what you read'. Pilihlah bacaan yang baik. Gemarlah membaca yang baik," pesan Wapres.
Kepada para orang tua, mantan Gubernur Bank Indonesia itu berpesan agar menanamkan kebiasaan membaca kepada anak-anak sejak dini. Orang tua bisa melatih kecintaan anak terhadap buku dengan cara bercerita atau mendongeng. Itu modal yang sungguh luar biasa bagi anak.
"Ada istilah, 'kebiasaan membaca itu tumbuh di pangkuan orang tua'. Itu berarti perhatian dari orang tua sangat penting untuk menanamkan minat membaca," ucapnya.
(irw/rdf)











































