"Kekurangan TransJ sangat kita sadari. Tapi, kita pastikan bahwa saat ini kita juga tengah fokus melakukan perbaikan-perbaikan dan sekarang itu sedang dalam proses," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono.
Hal itu disampaikan Pristono dalam acara diskusi publik bertajuk "Revitalisasi manajemen layanan angkutan umum" di Gedung Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedangkan pada kuartal ketiga di tahun 2012 akan kembali didatangkan 66 bus gandeng. Sedangkan tepat di bulan Desember 2012 akan ada penambahan 76 dan 60 bus gandeng lagi," papar.
Dikatakan dia, penambahan jumlah armada dalam kuota yang cukup besar tersebut dikarenakan pada tahun 2012 memang dicanangkan sebagai tahun perbaikan bus TransJ. "Busnya itu nanti bus baru semua," kata dia.
Di tahun 2012, Pristono juga memastikan sistem tiket bus TransJ tidak lagi menggunakan kertas. Dia memastikan pada tahun itu, semua koridor akan menggunakan tiket elektronik.
Pristono mengatakan koridor pada XI (Kampung Melayu-Pulogebang) bisa segera beroperasi. Di waktu yang sama, lanjut dia, 4 koridor akan menyusul untuk segera dibangun.
Pristono berpendapatk endala terbesar yang masih menjadi PR Dishub adanya sterilisasi jalur busway. Maka itu tahun 2012 awal peninggian sparator busway juga akan segera dilakukan.
"Karena sekarang pemotor itu nggak takut lagi dengan petugas. Solusinya, kita tinggikan saja sparator lebih kurang 50 cm," tambah Pristono.
Ia menambahkan akan ada 4 stasiun BBG Mother dan Daugther. Penambahan ini akan dilakukan di jalur koridor yang penumpangnya ramai.
Pristono mengakui feeder bus (bus pengumpan) saat ini belum terlalu diminati masyarakat. Tapi, ia yakin 6 bulan ke depan akan menujukkan perubahan yang signifikan. "Memang sekarang masih sepi, tapi kita akan terus sosialisasi sehingga setiap tahun ada penambahan 10 feeder, seperti di Kepala Gading itu juga sudah diminta," kata dia.
(lia/aan)











































