"Beberapa nama yang ada sudah 'kadaluwarsa' di mata publik. Karena dari aspek usia, yang muncul usianya hampir 60 tahun dan bahkan sudah lebih. Artinya, publik bisa berharap apa dari mereka, padahal presiden itu tanggung jawab besar dan harus gesit," kata pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Andi Syafrani, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (27/10/2011).
Dia menambahkan, beberapa nama yang beredar sudah masuk ke gelanggang politik nasional dan gagal. Hal ini harus menjadi catatan bagi mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kepemilihan, popularitas calon memang tidak bisa dikesampingkan. Namun bisa saja, seseorang memiliki popularitas tinggi saat ini, tetapi untuk kemudian memilih orang tersebut merupakan persoalan lain.
"Mengenal iya, tapi untuk kemudian memilih belum tentu. Pemilu juga masih jauh. Sekarang popularitas mereka masih rendah secara rata-rata. Dalam 3 tahun ke depan banyak hal yang bisa terjadi," sambung alumnus Victoria University, Melbourne ini.
Soegeng Sarjadi Syndicate kemarin merilis hasil surveinya yang menempatkan Prabowo Subianto pada posisi teratas daftar calon presiden 2014. Prabowo unggul dengan angka 28 persen, kemudian disusul Mahfud MD 10,6 persen, Sri Mulyani Indrawati 7,4 persen, Aburizal Bakrie 6,8 persen, KH Said Agil Siradj 6 persen dan Din Syamsuddin 5,2 persen. Megawati justru berada pada posisi bawah yakni 0,3 persen, di bawah Dahlan Iskan (0,4 persen) atau di atas Chairul Tanjung (0,2 persen).
Sedangkan dalam survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) yang dirilis Minggu (23/10), nama Megawati berada di puncak dengan 23,8 persen, dan disusul Prabowo Subianto 17,6 persen, kemudian Aburizal Bakrie 13,7 persen.
(vit/nwk)











































