Aryo: Mati, Hidup, Mati, Hidup

Korban \'Tronton Maut\'

Aryo: Mati, Hidup, Mati, Hidup

- detikNews
Selasa, 13 Jul 2004 17:06 WIB
Semarang - Salah satu korban 'tronton maut' di Ds. Dedor Kec. Jambu Kab. Semarang Aryo Widianto (4 tahun) dikabarkan meninggal dunia Selasa (13/7/2004). Tapi, setelah dicek ternyata ia masih hidup dan sedang menjalani perawatan di RS Elisabeth Semarang, Jl. Kawi.Sebelumnya, Aryo juga dikabarkan tewas ketika menuju RS. Pada saat pemakaman ke-16 korban tewas lainnya Senin kemarin, penduduk setempat juga menyangka Aryo sudah mati. Mereka pun menyiapkan keranda untuk Aryo.Untunglah, sebelum pemakaman digelar, ada warga mengece RS. Aryo yang juga cucu Tamri, pemilik rumah yang terseruduk tronton, dikabarkan masih hidup. Balita itu masih di RS dengan ditunggui beberapa anggota keluarganya.Humas RS Elisabeth, Susanna, mengatakan, dia juga kesal dengan beberapa pemberitaan di media massa yang simpang siur itu. Keluarga Aryo terlihat shock begitu mendengar berita itu. "Kalau tidak percaya Aryo masih hidup, silahkan mengecek sendiri," katanya kepada detikcom di kantornya, Jl. Kawi Semarang, Selasa.Susanna menjelaskan, selain Aryo, pihak RS Elisabeth juga menangani dua korban 'tronton maut' lainnya, yakni Marsono (51 th) dan Tasman (42 th). Marsono masih dirawat di Ruang Rawat Inap. Sedangkan, Marsono sudah diperbolehkan pulang siang ini.KritisKetika detikcom mengunjungi ruang Pediatric Intensif Care Unit (PICU) RS Elisabeth tempat Aryo dirawat, kondisi balita itu masih kelihatan kritis. Tak sedikit pun matanya membuka. Hanya tubuhnya sesekali bergerak.Aryo terluka pada bagian kepala depan dan beberapa bagian di tubuhnya. Hal itu terlihat dari balutan-balutan perban yang masih terlihat menyisakan darah. Keluarganya tak bersedia komentar atas kondisi Aryo.Sementara, Tasman kelihatan sehat setelah dioperasi kemarin. Ia mengalami patah kaki. "Ya, sekarang sudah agak lumayan, Mas. Itu kemarin baru saja dioperasi," katanya sambil membuka selimut dan menunjukkan kakinya yang diperban.Selain, Aryo dan Tasman, 9 korban terluka juga dirawat di RSU Ambarawa. Sebagian dari mereka hanya menjalani perawatan sederhana dan diperbolehkan pulang mulai hari ini. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads