Syafi'i Ma'arif: Golput Itu Wajar
Selasa, 13 Jul 2004 16:52 WIB
Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif menilai masyarakat yang memilih golput di putaran kedua pemilihan presiden merupakan hal yang wajar. Golput tidak akan mengurangi demokrasi di Indonesia."Saat ini memang golput yang terbesar sejak 1955, tetapi saya kira itu wajar saja. Tidak ada hubungannya Golput akan mengurangi demokrasi karena tradisi demokrasi baru saja dibangun,".Hal ini disampaikan Syafi'i Ma'arif di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (13/7/2004).Anda sendiri memilih golput?"Oh itu rahasia perusahaan," ujar Syafie.NetralDalam kesempatan itu, Syafi'i Ma'arif menegasnya dirinya tetap menolak terjun ke politik praktis."Itu berita burung bahwa saya bertemu SBY. Kalau benar begitu, saya bermain politik karena tidak mungkin saya bermain politik praktis," kata Syafi'i.Khabarnya SBY dekati Muhammadiyah?"Itu namanya menghina Muhammadiyah. Kita serahkan saja kepada setiap warga negara. Silahkan sebagai warga negara untuk menentukan pilihannya," tandasnya.Ketika ditanya mengenai intervensi asing terhadap pilpres, Syafi'i menjawab belum mempunyai bukti. "Saya sudah melihat pihak asing telah mengobok-obok kedaulatan sejak lama. Tetapi mengenai intervensi asing saat pilpres, saya belum punya bukti dan isu itu yang sedang kita pertimbangkan," kata dia.Lanjut Syafi'i, kinerja presiden terpilih baru dapat dilihat setelah 100 hari bekerja. "Jadi SBY atau Mega yang terbaik, kita lihat saja setelah 100 hari kerja mereka," demikian Syafi'i Ma'arif.
(aan/)











































