"Kalau begitu Nunun ini sakti. Dia memiliki jimat-jimat sehingga aparat KPK tidak mampu mendeteksi," ujar Martin kepada detikcom, Kamis (27/10/2011).
Menurut politisi Gerindra ini, memang faktanya Nunun memiliki 'jimat'. Buktinya KPK tidak juga bisa mencokok istri dari anggota Komisi III Adang Daradjatun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Martin mengatakan, memang sudah menjadi rahasia umum siapa di balik belum tertangkapnya Nunun. Adang sebagai suami Nunun sudah pasti akan melindungi istrinya. "Jadi memang makanya nggak sesederhana itu (untuk menangkap Nunun)," terangnya.
Martin meminta KPK mengevaluasi diri mengapa Nunun tidak juga bisa ditangkap. Pihaknya mendorong KPK bersinergi lebih aktif dengan kepolisian dan kejaksaan.
"Pemerintah mengatakan itu tugas KPK dan KPK yang bertanggungjawab. KPK perlu meningkatkan kerja sama dengan kepolisian dan kejaksaan. Rasa-rasanya kurang meningkat dan tajam sinerginya untuk bisa memulangkan Nunun," demikian Martin.
Sebelumnya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/10) menyebutkan, Nunun sulit dijangkau karena ada kekuatan di luar KPK yang bermain.
"Nunun (sulit) karena ada kekuatan di luar KPK, yang kami belum bisa untuk menghadirkan Nunun," kata Busyro.
Nunun telah masuk jajaran buron interpol setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap DGS BI pada Mei lalu. Jauh sebelum penetapan status itu, Nunun memang sudah tidak berada di Indonesia.
Pihak pengacara maupun keluarga Nunun menyebut, perempuan yang dikenal sebagai salah satu sosialita itu tengah berobat ke Singapura karena sakit pelupa berat. Nunun juga kerap mangkir dari pemanggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi.
(nik/ndr)










































