Anggota Komisi III: Nunun Susah Ditangkap Karena Punya 'Jimat'

Anggota Komisi III: Nunun Susah Ditangkap Karena Punya 'Jimat'

- detikNews
Kamis, 27 Okt 2011 10:39 WIB
Anggota Komisi III: Nunun Susah Ditangkap Karena Punya Jimat
Jakarta - KPK kesulitan menangkap Nunun Nurbaeti karena ada kekuatan keamanan yang melindungi tersangka kasus suap Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia itu. Selain adanya petugas keamanan, Anggota Komisi III Martin Hutabarat juga meyakini jika Nunun memiliki 'jimat'. Apa iya?

"Kalau begitu Nunun ini sakti. Dia memiliki jimat-jimat sehingga aparat KPK tidak mampu mendeteksi," ujar Martin kepada detikcom, Kamis (27/10/2011).

Menurut politisi Gerindra ini, memang faktanya Nunun memiliki 'jimat'. Buktinya KPK tidak juga bisa mencokok istri dari anggota Komisi III Adang Daradjatun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini realitasnya. Yang berpikiran modern memang nggak percaya realitasnya begitu," kata pria lulusan S1 Hukum UI ini.

Meski demikian, Martin mengatakan, memang sudah menjadi rahasia umum siapa di balik belum tertangkapnya Nunun. Adang sebagai suami Nunun sudah pasti akan melindungi istrinya. "Jadi memang makanya nggak sesederhana itu (untuk menangkap Nunun)," terangnya.

Martin meminta KPK mengevaluasi diri mengapa Nunun tidak juga bisa ditangkap. Pihaknya mendorong KPK bersinergi lebih aktif dengan kepolisian dan kejaksaan.

"Pemerintah mengatakan itu tugas KPK dan KPK yang bertanggungjawab. KPK perlu meningkatkan kerja sama dengan kepolisian dan kejaksaan. Rasa-rasanya kurang meningkat dan tajam sinerginya untuk bisa memulangkan Nunun," demikian Martin.

Sebelumnya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/10) menyebutkan, Nunun sulit dijangkau karena ada kekuatan di luar KPK yang bermain.

"Nunun (sulit) karena ada kekuatan di luar KPK, yang kami belum bisa untuk menghadirkan Nunun," kata Busyro.

Nunun telah masuk jajaran buron interpol setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap DGS BI pada Mei lalu. Jauh sebelum penetapan status itu, Nunun memang sudah tidak berada di Indonesia.

Pihak pengacara maupun keluarga Nunun menyebut, perempuan yang dikenal sebagai salah satu sosialita itu tengah berobat ke Singapura karena sakit pelupa berat. Nunun juga kerap mangkir dari pemanggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi.




(nik/ndr)


Berita Terkait