Megawati Jeblok di Survei SSS Diduga karena Salah Sampel

Megawati Jeblok di Survei SSS Diduga karena Salah Sampel

- detikNews
Kamis, 27 Okt 2011 10:34 WIB
Megawati Jeblok di Survei SSS Diduga karena Salah Sampel
Jakarta - Tidak seperti hasil survei capres 2014 yang sudah-sudah, nama Megawati Soekarnoputri jeblok dalam survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS). Dia hanya meraih 0,3% dan kalah di bawah sejumlah nama seperti Hariman Siregar dan Dahlan Iskan.

Pegiat survei dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi, menilai ada kesalahan metodologi dalam hasil riset tersebut, terutama dalam pengambilan sampel. Dia menyoroti proporsi sampel responden lulus SD hanya 9 persen.

"Padahal faktanya menurut BPS pemilih yang tidak lulus SD atau lulus SD itu besarnya 58 persen di Indonesia," kata Burhanuddin saat dihubungi detikcom, Kamis (27/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Survei SSS dilakukan di 33 porvinsi (mencakup 140 kabupaten/kota) dengan jumlah responden 1.318 orang. Latar belakang pendidikan mereka SD (9%), SMP (15,4%), SMU (44,4%), dan Perguruan Tinggi (31,2%). Usia responden 17-27 tahun (24,1%), 28-38 tahun (34,8%), 39-49 tahun (28%) dan di atas 50 tahun (12,9%).

Burhan mengatakan, sampel responden lulus SD yang hanya 9 persen jelas sangat tidak representatif bagi kondisi populasi masyarakat Indonesia yang masih berpendidikan rendah. "Sampel itu harus merepresentasikan populasi," ujarnya.

Dia mengakui sampel yang representatif memang menjadi problem dalam survei nasional. Sebab, jika dari hasil random terpilih responden di wilayah terpencil, itu juga harus dikejar.

"Metodologi survei benar saja, hasilnya belum tentu benar. Apalagi yang motifnya sudah tidak benar," ujar Burhan tanpa menunjuk lembaga tertentu.

Selain harus benar secara metodologi, kata Burhan, lembaga juga wajib mempublikasikan sumber dana survei. Hal ini menjadi bagian Kode Etik World Association for Public Opinion Research (WAPOR).

"Tapi kalau lembaga bilang surveinya dari hasil profit sendiri, itu too good too be true," kata Burhan.

(lrn/fay)


Berita Terkait