"Kalau itu silakan dikonfirmai ke Ketua KPK. Area saya hanya memastikan bahwa kerjasama di kawasan ini berjalan efektif. Itu kan statement beliau, misal ada kekuatan yang menghambat, tetapi mekanisme interpol tidak bisa dihambat oleh kekuatan apapun," jelas Kadiv Hubungan Internasional Irjen Boy Salamudin.
Hal itu diungkapkan Boy usai mengikuti acara pelepasan Satuan Tugas STU Indonesia IV Garuda Bhayangkara 2011 dalam misi perdamaian PBB di Darfur, Sudan di halaman gedung Baharkam Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada. Ini (interpol) kan organisasi yang memiliki kekuatan global," ucapnya.
Ia melanjutkan, selama ini pihaknya masih terus berkomunikasi dengan pihak interpol. Pihaknya akan segera mendapat laporan dari interpol bila Nunun telah ditemukan.
"Komunikasi lancar. Pasti kalau ada informasi, akan diteruskan ke markas besar interpol di Lyon, Perancis. Ditemukan atau tidak, nanti tergantung dari negara-negara anggota itu," katanya.
Namun, sejauh ini, Polri belum mendapat kabar menggembirakan terkait keberadaan Nunun. "Belum," cetusnya.
Meski demikian, lanjutnya, pihaknya selama ini tidak hanya beriam diri. Selain melakukan kerjasama dengan pihak interpol, Mabes Polri juga bekerjasama dengan kepolisian di Asean untuk memburu jejak istri dari mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Adang Daradjatun itu.
"Kita terus lakukan perburuan, tidak hanya dilakukan oleh interpol, tapi oleh organisasi polisi di Asean juga," ujar Boy.
(mei/fay)











































