Latgab Antiteror TNI-Polri, Berkaca dari Teror di Mumbai

Latgab Antiteror TNI-Polri, Berkaca dari Teror di Mumbai

- detikNews
Kamis, 27 Okt 2011 06:51 WIB
Latgab Antiteror TNI-Polri, Berkaca dari Teror di Mumbai
Jakarta - Satuan antiteror TNI-Polri hari ini serentak menggelar gladi lapangan di beberapa titik di Jakarta. Latihan ini bermaksud untuk meningkatkan sinergi antara unsur-unsur pemukul milik TNI-Polri. Selain itu mengantisipasi juga bagaimana jika aksi teror dilakukan serentak di berbagai penjuru kota.

Sat-81 TNI AD akan berlaga di Gedung TVRI, Denjaka TNI AL kebagian mengatasi teror di Tanjung Priok dan sekitarnya, Den Bravo TNI AU di Bandara Soekarno Hatta dan Densus 88 Polri di Hotel Borobudur. Rencananya Panglima TNI dan Kapolri juga akan meninjau pelaksanaan latgab antiteror ini di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (27/10/2011).

"Latihannya mengantisipasi situasi yg terbesar. Kita harus bayangkan peristiwa yang cukup besar. Misalnya aksi teror di Mumbai," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror, Ansyad Mbai saat upacara pembukaan latihan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, (25/10) lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dunia masih belum lupa teror yang terjadi tanggal 26 November 2008 di Mumbai India. Secara serentak, teroris yang diketahui berasal dari Pakistan, melakukan serangan mendadak. Dalam hitungan menit mereka menduduki 2 hotel mewah Oberoi/Trident dan Taj Mahal Palace serta Kafe Leopold. Turis-turis asing yang ada di sana langsung dieksekusi mati.

Di beberapa titik, teroris juga meledakkan bom. Situasi kacau balau dan mencekam. Stasiun kereta api, kantor polisi dan pemukiman yahudi juga menjadi target serangan mereka.

Aparat keamanan terkesan tidak siap dalam menghadapi aksi teror serentak semacam itu. Padahal di atas kertas, satuan komando India cukup disegani kemampuannya.

Baru sehari setelah serangan, pasukan komando India menyerbu tempat-tempat yang dikuasai teroris dan membebaskan sisa-sisa sandera. Bukan perkara mudah karena para teroris terus meledakan bom dan memberondong pasukan yang mendekat.

Dalam aksi teror ini, sekitar 188 orang meninggal, sementara lebih dari 300 orang luka-luka. Baru tanggal 29 November 2008, serangan teroris di Mumbai dilumpuhkan.

Berkaca dari hal itu pula, Latgab anriteror TNI-Polri digelar pertama kalinya Desember 2008. Indonesia tentu tak mau dikalahkan aksi terorisme seperti di Mumbai.

(rdf/fjp)


Berita Terkait