Biro Haji Nonkuota Minta Maaf Soal Pengurusan Jamaahnya yang Meninggal

Laporan dari Arab Saudi

Biro Haji Nonkuota Minta Maaf Soal Pengurusan Jamaahnya yang Meninggal

- detikNews
Kamis, 27 Okt 2011 04:34 WIB
Biro Haji Nonkuota Minta Maaf Soal Pengurusan Jamaahnya yang Meninggal
Madinah - Biro perjalanan haji Cahaya MM yang mengirim ratusan calhaj nonkuota dari Banjarmasin, mengaku lalai dalam pengurusan jamaahnya yang meninggal di Madinah, Nunci Ady. Hal itu terjadi karena kurangnya infomasi.

"Kelalaian ini adalah kekurangan kami. Kami belum tahu seluk beluk (pengurusan jamaah meninggal). Kami ingin menyelesaikan masalah itu segera," kata Hussein Khuderi, petugas Cahaya MM, kepada Kasi PAM Daker Madinah, M Yahdi.

Hussein datang bersama Habib Sholeh, penasihat Cahaya MM; pembimbing ibadah Sofyan; ketua rombongan Ahmad Tukacil dan beberapa jamaah lainnya. Mereka tiba di kantor misi haji Indonesia Daker Madinah, selepas ashar,Rabu (26/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hussein menuturkan, ketika Nunci Ady meninggal pada Minggu (23/10), ambulans Saudi langsung datang membawa jenazah Nunci. Tukacil sebagai ketua rombongan Nunci dkk tak mendata siapa tenaga medis yang membawa, hendak dibawa ke mana jenazah itu, dsb. Tukacil mengira masalah kematian itu beres ditangani muassasah (yayasan yang mengurus haji di Madinah). Tapi rupanya, pada Senin, muassasah justru memberitahu Daker bahwa ada jenazah jamaah Indonesia di RS Saudi dan belum diurus.

"Kami terlambat mengurusnya karena kesalahan dan kekurangan kami yang kurang info. Kami mohon maaf," ujar Hussein.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah mendapat informasi dari muassasah, Daker mencari nama jamaah meninggal tersebut di Siskohat Kemenag. Tapi ternyata identitas itu tak tercatat, sehingga disimpulkan Nunci bukan jamaah yang dikelola Kemenag, alias jamaah nonkuota. Daker lalu menyelidiki dan menemukan Nunci adalah jamaah Cahaya MM yang menginap di Hotel Hayat Al Alami.

Hussein meminta agar Daker turut membantu dalam mengurus administrasi kematian dan penguburan Nunci. Pengurusan harus melalui KJRI di Jeddah, mengingat Nunci adalah jamaah di luar wewenang Kemenag, dalam hal ini kantor misi haji di Madinah.

Pihaknya akan mengurus administrasi ke muassasah, surat dari keluarga, fotokopi visa dan paspor almarhum. Tujuannya agar almarhum segera bisa dimakamkan. "Kami minta bantuan dari Bapak agar kami bisa faks surat-surat ke KJRI, nanti akan ada teman kami di Jeddah. Kami ingin ini segera selesai," ungkap Hussein.

Yahdi menyanggupi permintaan Hussein. "Saya yakin akan ditangani semua oleh KJRI. Bila KJRI beri delegasi ke Daker, ya itu wallahu'alam," ujarnya.

Yahdi mengimbau agar kasus itu dijadikan pelajaran. Sebab mengurus jenazah di Saudi bukan perkara mudah. "Bila surat-suratnya tidak lengkap, bisa bulanan, karena COD (surat kematian) tidak keluar," jelasnya.

Hussein menegaskan, bironya sama sekali tidak berniat menelantarkan jamaah. Hanya saja mereka memang kurang informasi. Niat bironya juga baik, yaitu memberangkatkan mereka yang berniat haji dengan cepat, tidak antre hingga 5 tahun.

Cahaya MM telah memberangkatkan 4.000-an jamaah umroh dalam setahun.

"Bila PT kami kurang memberi pelayanan, tentu mereka takkan ikut kami," kata Hussein.

"Tapi masalah ini karena kesalahpahaman dan kekhilafan kami. Semoga ini jadi pengalaman dan klarifikasi," kata Hussein yang telah menetap di Saudi 5 tahun ini.



foto: Yahdi menerima tim Cahaya MM





(nrl/fjp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini