Peniadaan Konvensi Cegah Ical Jadi ATM Bagi Daerah, Benarkah?

Peniadaan Konvensi Cegah Ical Jadi ATM Bagi Daerah, Benarkah?

- detikNews
Rabu, 26 Okt 2011 22:25 WIB
Peniadaan Konvensi Cegah Ical Jadi ATM Bagi Daerah, Benarkah?
Jakarta - Ada angin baru di Golkar. Tradisi sejak 2004 dan 2009, yakni konvensi untuk memilih capres ditiadakan. Padahal dahulu lewat konvensi ini Golkar dipuji setinggi langit, membawa rasa demokratisasi ke tubuh beringin.

Kini di era Ketua Umum Aburizal Bakrie, naga-naganya konvensi ditiadakan. Alasan kebulatan suara dari arus bawah untuk mengusung Ical jadi Capres menjadi alasan.

Namun ada suara-suara lain muncul, disebut-sebut Ical sengaja meniadakan konvensi guna mencegah merogoh kocek lebih dalam untuk daerah-daerah. Bukan rahasia lagi kalau konvensi Capres di Golkar sebenarnya jadi ajang adu kuat fulus. Siapa calon yang punya amunisi kuat akan muncul jadi Capres. Nah, inilah yang dihindari Ical. Benarkah?

"Ya bisa jadi itu benar, berkaca dari pengalaman 2004 dan 2009," kata tokoh senior Partai Golkar Zainal Bintang saat berbincang, Rabu (26/10/2011).

Pada 2004, Wiranto unggul dalam konvensi Golkar. Sedang pada 2009, Jusuf Kalla tampil menjadi pemenang. Dalam konvensi Capres itu daerah memang menjadi 'anak emas'. Suara daerah diperebutkan para calon. Untuk mendapatkan suara-suara daerah itu tentu tidak gratis, harus ada yang diberikan, take and give.

"Ya bisa jadi juga menghindari seperti itu," terang Zainal.

Namun, Zainal mencoba bijak. Dia mempunyai beberapa alasan, bisa saja konvensi ditiadakan untuk menghindari perpecahan internal. Bisa disebut pada konvensi 2 kali pemilu lalu, suara Golkar memang tidak solid.

"Aburizal tidak mau mengurangi sejarah, menghindari perpecahan yang membahayakan bagi dirinya dan partai," tegas Zainal.

(ndr/gah)


Berita Terkait