"Ingin cepat masuk sekolah lagi," kata gadis kecil berusia 9 tahun itu di rumahnya, Jl Pramuka Bakti I RT 11 RW 9 No 24, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (26/10/2011).
Maria mengaku, benjol di ubun-ubun kepalanya masih sakit kalau disentuh, apalagi jika terkena sisir. Meski begitu, bibirnya yang sempat berdarah karena terantuk meja, lukanya sudah mengering. Maria juga senang lantaran gigi taring atasnya yang sempat maju akibat benturan ke meja, sudah normal lagi lantaran dia tarik-tarik dengan lidah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut sang ayah, Largus Sudin (46), Maria sempat ditengok oleh anggota DPRD DKI Wanda Hamidah. Kepada Maria, Wanda berpesan agar gadis cilik itu tidak usah masuk sekolah dulu sampai benar-benar sembuh.
"Bu Wanda juga mengusulkan Maria di-rontgen dan di-scan secepatnya. Katanya nanti DPRD akan kasih surat rekomendasi untuk pengobatan Maria ke RS Persahabatan," tutur Largus di rumah sederhana berlantai dua dengan cat abu-abu itu.
Di bawah cahaya lampu yang redup, pekerja pabrik di kawasan Tangerang itu menuturkan, dia berencana besok membawa Maria ke RS untuk mengetahui putri kecilnya baik-baik saja atau tidak. "Saya tetap mengharapkan perhatian dari DPRD dan sekolah terutama dalam hal pengobatan Maria," ucapnya.
Largus juga berharap ruang kelas anaknya bisa cepat diperbaiki. Namun dia mengusulkan agar rehabilitasi bangunan sekolah tidak hanya dilakukan pada bangunan yang plafonnya roboh.
"Renovasi total seluruh bangunan agar tidak terulang kejadian yang sama," ucap Largus.
Plafon SDN 01 Utankayu Utara ambrol pada Selasa (25/10) kemarin. Dinas Pendidikan DKI Jakarta bersiap menyelidiki kasus itu dan akan menanggung biaya perawatan murid.
(vit/fay)











































