WWF dan The International Rhino Foundation (IRF) menyimpulkan hal itu berdasarkan survei yang dilakukan antara 2009-2010 di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam. Dalam survei itu, dikumpulkan 22 sampel kotoran badak Jawa. Dari situ, diketahui bahwa hewan langka ini telah mati pada 2010.
Dalam laporan terbarunya, WWF juga mengungkap penyebab kematian badak Jawa terakhir di Taman Nasional Cat Tien. Pada kaki binatang bertubuh besar itu ditemukan sebutir peluru. Lalu, cula binatang tersebut juga telah dipotong. Demikian informasi yang dilansir situs WWF, Rabu (25/10), kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah populasi badak di Vietnam memang terus menurun pada tahun belakangan. Pada 2004, survei yang dilakukan oleh peneliti Universitas Queen, Kanada, hanya menemukan dua ekor badak di Cat Tien. Bekurangnya jumlah badak Jawa di Vietnam disebabkan oleh perburuan liar dan lemahnya penegakan hukum.
Tidak cuma badak, WWF menyebut beberapa satwa di Vietnam juga berada di ambang kepunahan. Hewan-hewan itu antara lain harimau, gajah Asia, dan buaya siam.
WWF menyatakan, populasi badak Jawa kini tinggal sekelompok kecil di taman nasional kecil di Indonesia (Ujung Kulon). Jumlahnya sekitar 50 ekor. Badak di Ujung Kulon juga terancam punah oleh banyaknya permintaan cula untuk obat-obatan tradisional. Karena itu, perlindungan terhadap hewan tersebut menjadi prioritas.
Siang tadi, Rabu (26/10/2011), sehari setelah WWF mengumumkan punahnya badak di Vietnam, Sekretaris Umum International Union for Conservation of Nature (IUCN) Simon N Stuart menemui Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan. Mereka menyerahkan bantuan senilai US$ 1,9 juta untuk menyelamatkan badak Jawa di Ujung Kulon.
IUCN juga mengungkapkan beberapa rekomendasi untuk menyelamatkan populasi badak bercula satu maupun badak Sumatera, yang kini jumlahnya tinggal 200-an ekor. Pertama, agar pemerintah membuatkan habitat khusus untuk badak betina di Ujung Kolon. Sebab, dari 50-an badak Jawa yang tersisa, jumlah badak betina hanya 4-5 ekor.
Kedua, IUCN meminta pemerintah menggalang dukungan internasional untuk mengatasi perdagangan gelap satwa liar tersebut. IUCN juga meminta pemerintah mencanangkan Tahun Badak Internasional pada tahun 2012 mendatang.
"Mereka juga mendukung Indonesia untuk inisiatif bertemu dengan negara yang mempunyai badak, yaitu Malaysia, Nepal, dan India," ujar Juru Bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat, usai pertemuan.
(irw/gun)











































