PAN: 8 Calon Pimpinan KPK Masih Punya Peluang Sama

PAN: 8 Calon Pimpinan KPK Masih Punya Peluang Sama

- detikNews
Rabu, 26 Okt 2011 18:07 WIB
PAN: 8 Calon Pimpinan KPK Masih Punya Peluang Sama
Mataram - DPP Partai Amanat Nasional belum menginstruksikan pilihan nama-nama calon pimpinan KPK pada fraksinya di DPR. PAN menilai, 8 calon masih memiliki peluang sama, bukan hanya 2 calon yang kini disebut-sebut menguat.

"Secara prinsip selama 8 orang itu memberikan komitmen yang tinggi dalam kaitan pemberantasan korupsi, masih memiliki peluang yang sama. Sampai sekarang, 8 nama itu sedang dikaji serius oleh DPP PAN," kata Sekjen PAN Taufik Kurniawan, pada wartawan di Mataram, Rabu (26/10/2011).

Taufik datang ke Mataram menghadiri Rapat Koordinasi Partai Amanat Nasional Wilayah NTB. Ia ditemani sejumlah pengurus DPP dan anggota DPR dari PAN. Menurut Taufik, DPP PAN baru akan memberikan instruksi pilihan nama pada F-PAN di DPR, paling cepat satu hari menjelang voting pemilihan pimpinan KPK di Komisi III DPR.

"Kita kaji sampai menjelang katakanlah satu hari menjelang voting di Komisi III. Baru setelah itu, DPP akan ada arahan ke fraksi berdasarkan kajian khusus secara politik maupun terkait kepentingan KPK sehingga bisa lebih membawa citra pada pemberantasan korupsi yang lebih baik," kata Taufik.

Saat ini yang sudah disampaikan ke F-PAN kata Taufik adalah soal kriteria secara umum, bukan menyebut nama-nama. Proses uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III juga kata Taufik tidak diintervensi partai, karena itu adalah agenda internal komisi.

"Dalam kacamata PAN, kita harapkan KPK dipimpin tokoh yang mampu, berani dan independen. Bekerja dan berkarya dalam kaitan tupoksi KPK, agar bisa ungkap kasus yang selama ini menjadi sorotan publik," kata Taufik.

Paling tidak kata Taufik, PAN memimpikan KPK yang bisa menegakkan dan menempatkan penegakan hukum dan menjunjung tinggi aspek transparansi secara profesional dan tanpa memihak.

"KPK ini satu-satunya lembaga harapan kita yang didesain DPR untuk pemberantasan korupsi. Tentunya harus kita dukung penuh, tapi kita jaga konsistensi, integritas dan kompetensi orang-orang di dalamnya," kata Taufik.

(fay/fay)


Berita Terkait