"Tidak jadi soal (posisi di bawah Mega). Di mana pun kita berada asalkan kita punya tren naik, kalau trennya naik itu penting. Justru karena itu kita perbaiki. Pada tahun mendatang, kita lihat apakah mungkin atau tidak. Baru pada rapim 2012 akan ditentukan siapa calon dari Golkar," papar Ical.
Hal ini disampaikan Ical usai menghadiri diskusi bertajuk "Membangun Desa Menuju Kesejahteraan" yang digelar di sela-sela acara Rapimnas Partai Golkar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Rabu (26/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dilihat popularitas itu mencapai 14 persen maka itu dinaikkan lagi menjadi 20 persen. Jadi karena ini belum, maka kita adakan Insya Allah pada tahun depan. Kita akan bicarakan nanti dalam Rapim," kata pria yang terbalut kemeja warna kuning dan celana hitam ini.
Menurut dia, hasil survei penting karena yang akan memilih adalah rakyat Indonesia, bukan kader Golkar atau anggota Partai Golkar "Jadi survei tidak boleh diatur-atur. Buat apa ada survei kalau menyenangkan diri sendiri," kata Ical.
Survei yang menyebut posisi Ical berada di bawah Mega salah satunya,
Jaringan Suara Indonesia (JSI).
Survei JSI menunjukkan Mega diramalkan memperoleh suara 23,8 persen jika Pilpres diadakan hari ini. Perolehan suara kedua terbanyak akan diperoleh Prabowo Subianto 17,6 persen kemudian Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie 13,7 persen, Ketua Umum PAN Hatta Rajasa 4,9 persen dan Menko Polkam Djoko Suyanto 1,1 persen.
(aan/fay)











































