Bantuan itu diberikan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Bantuan disampaikan oleh Secretary General IUCN Simon N Stuart saat bertemu dengan Wakil Presiden (Wapres) Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (26/10/2011).
"Mereka bersedia membantu melestarikan Badak Jawa. Bahkan mereka menyampaikan komitmen sebsar US$ 1,9 juta per tahun untuk berbagai program," kata Juru Bicara Wakil Presiden, Yopie Hidayat, usai pertemuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ini timbulkan konsern, karena kalau betina sedikit kemungkinan dapat bereproduksi sangat tipis. Badak sekali melahirkan hanya 1 anak, dan itu pun memerlukan proses mengandung selama 16 bulan," papar Yopie.
Ia menambahkan, IUCN juga mengungkapkan beberapa rekomendasi untuk menyelamatkan populasi badak bercula satu maupun badak Sumatera. Pertama, agar pemerintah membuatkan habitat khusus untuk badak betina di Ujung Kolon. Sebab, rasio badak betina-jantan yang timpang akan membuat si betina sulit bereproduksi.
Kedua, IUCN meminta pemerintah menggalang dukungan internasional untuk mengatasi perdagangan gelap satwa liar tersebut. Seperti diketahui, badak banyak diburu untuk obat tradisional sehingga keberadannya terancam punah di samping karena efek perubahan ekosistem.
"Mereka ingin Indonesia mencanangkan Tahun Badak Internasional pada 2012 mendatang. Mereka juga mendukung Indonesia untuk inisiatif bertemu dengan negara yang mempunyai badak, yaitu Malaysia, Nepal, dan India," cetur Yopie.
Wapres Boediono sendiri, menurut Yopie, menyambut baik bantuan tersebut. Wapres menganggap kelestarian badak dan badak Jawa khususnya, merupakan masalah yang serius. Wapres pun langsung meminta Menteri Lingkungan Hidup yang juga hadir dalam pertemuan untuk mengkaji rekomendasi IUCN.
"Wapres menngatakan ini masalah serius, karena spesiesnya terancam. Wapres meminta menteri untuk segera menanggapi dan merespon usulan ini dan menindaklanjuti," tutup Yopie.
(irw/gun)










































