Filipina Bantah akan Tarik Pasukan Secepatnya dari Irak
Selasa, 13 Jul 2004 15:45 WIB
Jakarta - Berita mengenai rencana Filipina untuk segera menarik pasukannya dari Irak, masih simpang siur. Seorang pejabat senior Filipina membantah bahwa negaranya akan menarik mundur pasukan lebih cepat dari jadwal, guna menyelamatkan nyawa sandera Filipina di Irak.Menurut pejabat yang enggan disebutkan jati dirinya itu, jadwal pemulangan pasukan kecil Filipina masih belum berubah. Ini merupakan bantahan atas pernyataan Deputi Menteri Luar Negeri Filipina Rafael Seguis sebelumnya, bahwa proses pemulangan mungkin akan dipercepat."Kami bertahan pada posisi semula," tukas pejabat senior tersebut di Manila seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (13/7/2004. "Sampai semua persiapan selesai, itu satu-satunya jadwal mereka ditarik keluar," imbuhnya.Juru bicara militer, Kolonel Daniel Lucero mengutarakan bahwa rencana memang telah dibuat untuk penarikan lebih awal 51 prajurit dan polisi Filipina dari Irak. Namun belum ada perintah yang dikeluarkan untuk melanjutkan rencana tersebut.Kelompok bersenjata Irak yang menyandera seorang supir truk asal Filipina, Angelo de la Cruz, menuntut pemerintah Manila untuk menarik pasukannya pada 20 Juli mendatang. Satu bulan lebih cepat dari jadwal penarikan yang telah ditetapkan Manila.Penculik mengancam akan memenggal sandera Filipina tersebut jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. De la Cruz diculik pekan lalu oleh sebuah kelompok yang menamakan diri Brigade Khaled Ibn al-Walid.
(ita/)











































