"Tahun 1999 lalu kita dikejutkan dengan dengan jumlah penduduk bumi 6 milyar, dan tahun 2011 menjadi 7 milyar, ini sungguh memprihatinkan dan kita menjadi penyumbang keempat setelah China, India dan AS," jelasnya.
Hal tersebut dikemukakan Agung Laksono, dalam sambutan peluncuran buku 'State Of The World Population' yang diterbitkan UNFPA, di Hotel Nikko, Jakarta, Rabu (26/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 1990 laju penduduk kita 1,98%, dan turun pada tahun 2010 menjadi 1,45%. Tapi, hal itu tidak lama, 2010 laju kita menjadi 1,49% jauh dari target kita yang harusnya 1,27%," ungkap Agung.
Oleh karena tingginya laju tersebut, Agung mengingatkan pentingnya peran KB. Agung juga mengatakan tingginya laju tersebut diakibatkan kurang pekanya warga terhadap program KB
"Kebijakan yang kita ambil adalah revitalisasi program KB dengan mengusung kesejahteraan dan perbaikan pembangunan," ujarnya.
Agung berharap dengan revitalisasi program KB, diharapkan Indonesia dapat menyentuh target 'Penduduk tumbuh seimbang pada tahun 2015'.
(gah/gah)










































