"DPR harus fokus pada integritas calon. Selain itu keberaniannya, sejauh mana mampu mengemban amanah memberantas kuropsi," ujar peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM Oce Madril kepada detikcom, Rabu (26/10/2011).
Oce mengatakan Capim KPK nantinya harus memiliki integritas dan keberanian sebab akan berhadapan dengan penguasa, pelaku bisnis dan partai politik. Capim KPK bukan saja perlu keberanian individu namun keberanian kolektif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang paling penting, lanjut Oce, ada transparasi dan indikator penilaian dalam memilih capim KPK yag baru. Proses pemilihan juga harus secara terbuka agar publik tahu.
"Kita bisa melihat calon tersebut, publik juga bisa tahu. Jangan dibuat mekanisme tertutup," jelasnya.
Indikator apa yang digunakan untuk menilai, menurut Oce, itu diserahkan ke Komisi III. Asalkan, jangan sampai unsur politik mengalahkan integritas dan keberanian para Capim KPK.
"Jangan sampai unsur politik lebih unggul dari segalanya, tanpa ada tolak ukur. Biasanya di forum lobi dilakukan secara tertutup. Sehingga nantinya bisa mengalahkan intigritas, kebranian dan visi misi para capim kedepan," tuturnya.
(mpr/her)











































