11 Ormas Islam Pilih Golput di Putaran Kedua

11 Ormas Islam Pilih Golput di Putaran Kedua

- detikNews
Selasa, 13 Jul 2004 15:20 WIB
Jakarta - Sebelas Ormas Islam yang tergabung dalam Forum Ukhuwah Ormas-Ormas Islam memutuskan untuk tidak memberikan hak suara dalam pemilihan presiden putaran kedua pada September mendatang.Ormas-Ormas Islam tersebut yakni Muhammadiyah, Persis, KAHMI, Majelis Dakwah Islamiyah, Dewan Masjid Indonesia, Al Ittidaiyah, Gerakan Muslimat Indonesia, Wanita Islam Indonesia, Badan Organisasi Wanita Islam Indonesia, Persatuan Islam Thionghoa Indonesia dan KBTII.Demikian disampaikan Wakil Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin dalam jumpa pers di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa (13/7/2004)."Pada putaran kedua, kita merasa pada posisi dilematis dan sulit untuk menentukan pilihan. Perspektif kita adalah perspektif moral dan kepentingan Islam sebagai parameter dalam menentukan pilihan. Kita menginginkan figur yang lepas dari moral negatif dan korupsi serta tidak tunduk pada asing atau negara adikuasa. Untuk itu, besar kemungkinan Ormas Islam memilih untuk tidak memilih berdasarkan prespektif moral tersebut," ungkap Din.Menurut Din, pihaknya prihatin atas pemilihan presiden, baik prolog dan epilognya masih ada kecurangan yang bisa mengurangi kualitas demokrasi."Kita minta fakta kecurangan diungkap, divalidasi dan diverifikasi," ujarnya.Apa karena Amien kalah?"Ini karena pemikiran keagamaan. Penghitungan suarasendiri belum final. Kekalahan atau kemenangan adalah suatu hal yang biasa, jadi kita hadapi dengan wajar saja. Seandainya kemarin, Amien tidak masuk bursa capres belum tentu Muhammadiyah menentukan sikap untuk mendukung. Begitu juga pada putaran kedua, karena itu sesuai watak dasar Muhammadiyah," papar Din.Ketika ditanya apa yang didukung asing itu SBY, Din enggan menjawab, "Saya kira sudah dapat diketahui tanpa menyebut nama. Meskipun kami tidak bisa memberikan bukti nyata, tetapi kami punya keyakinan bahwa ada intervensi asing untuk memenangkan pasangan capres cawapres tertentu," demikian Din. (aan/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads