Hingga Selasa (24/10/2011), belum ada perubahan terhadap kalender tersebut. Pemerintah Indonesia menjadikan kalender itu sebagai dasar perjalanan haji 1432 H terkait dengan operasi pemberangkatan, masa tinggal dan pemulangan jamaah haji.
"Wukuf di Arafah diperkirakan hari Sabtu. Kalau berubah menjadi hari Jumat (4 November), maka akan menjadi haji akbar. Bila haji akbar, akan repot. Karena orang Arab yang tidak berniat haji akan keluar semua untuk berhaji," tutur Kasatop Armina Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) 1432 H, Letkol Abu Haris, saat memberikan pengarahan tentang kondisi Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) di masa puncak haji, di Daker Madinah dalam suatu kesempatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Tanah Air, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah merilis perhitungan Idul Adha. Berdasarkan hitungan yang dilakukan Muhammadiyah, 10 Dzulhijjah atau hari raya Idul Adha akan jatuh hari Minggu Pon tanggal 6 November 2011 sama dengan ummul quro di Arab Saudi.
"Hari Arafah (9 Dzulhijjah 1432) jatuh pada hari Sabtu Pahing 5 November 2011. Idul Adha (10 Dzulhijjah 1432) jatuh pada hari Minggu Pon tanggal 6 November 2011," ujar Ketua Majelis Tarjih dan Tardid Muhammadiyah Syamsul Anwar dalam rilisnya kepada detikcom.
(her/her)










































