Cemburu, Opik Tusuk Pacar 4 Kali Hingga Tewas

Cemburu, Opik Tusuk Pacar 4 Kali Hingga Tewas

- detikNews
Selasa, 25 Okt 2011 16:31 WIB
Jakarta - Luthfi alias Opik (23) dibakar api cemburu saat memergoki sang kekasih hati, Triwahyuningsih (18), sedang mengobrol dengan pria lain. Opik 'menghujani' pacarnya 4 kali tusukan hingga tewas.

Kepala Satuan Reskrim Polres Bogor Kabupaten AKP Imron Ermawan mengatakan Opik sudah ditangkap.

"Dia ditangkap di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat pukul 11.30 WIB tadi," kata Imron melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa (25/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Imron mengatakan, motif pembunuhan karena Opik emburu terhadap korban. Opik dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Saat dihubungi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Parung, Iptu Suharto, menceritakan peristiwa berawal saat Opik pulang kerja dari Cirendeu, Tangerang Selatan, pada Rabu 19 Oktober 2011 sore. "Tersangka kerja jadi juru parkir di Holland Bakery, Cirendeu," kata Suharto.

Opik pulang ke kontrakannya yang beralamat di Kampung Jati, Desa Parung, Kabupaten Bogor. Dalam perjalanan, Opik sengaja melintas ke pool angkot di Bojong Sari, Sawangan, Depok.

"Karena, pacarnya tinggal di Bojong Sari, Sawangan, Depok. Dia kemudian lihat pacarnya lagi ngobrol-ngobrol sama sopir angkot di Bojong," kata Suharto.

Opik cemburu buta melihat peristiwa tersebut. Ia lantas pulang ke rumah kontrakannya itu dan mengambil sebilah pisau.

"Tapi pas tersangka datang lagi ke situ, korban nggak ada," kata Suharto.

Menjelang malam, Opik kemudian pulang ke rumah kontrakannya. Di gang sempit menuju rumah kontrakan, Opik bertemu dengan korban.

"Korban kemudian dibawa ke rumahnya. Si korban lalu nanya-nanya ke tersangka, pulang dari mana malam-malam. Dua-duanya sama cemburu," ujarnya.

Namun, Opik tidak dapat meredam emosinya. Ia menusuk perut kekasihnya sebanyak dua kali. Tusukan itu menembus bagian punggung belakang hingga usus korban terburai.

"Lalu, karena gagang pisaunya patah pas mau nyabut, dia ambil pisau lagi ke dapur. Korban kemudian kembali ditusuk dua kali di bagian lehernya," kata dia.

Saat peristiwa terjadi, tetangga sempat mendengar teriakan korban. Opik mengencangkan volume radio agar teriakan korban tidak terdengar. "Pagi harinya, tetangga melihat korban sudah tergeletak tewas di rumah itu," katanya.

Opik lalu melarikan diri ke Solo, Jawa Tengah, hingga akhirnya dibekuk polisi.

(mei/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads