Padat Penduduk Picu Kejahatan Merajalela

Padat Penduduk Picu Kejahatan Merajalela

- detikNews
Selasa, 25 Okt 2011 16:22 WIB
Jakarta - Padatnya pemukiman penduduk di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, cukup memprihatinkan. Polisi menengarai, padatnya penduduk di suatu kawasan tanpa disertai sistem pendataan yang memadai bisa menjadi pemicu maraknya kejahatan.

Kejahatan di lingkungan padat penduduk misalnya saja terjadi saat Hertati dan anaknya ER dibunuh di rumah kontrakannya di Cilincing. Mayat Hertati dibuang dalam kardus, sedangkan anaknya dibuang dalam kopor. Seandainya sistem pendataan penduduk di kawasan itu dilakukan dengan benar, diperkirakan pengungkapan kasus pembunuhan itu, bisa terungkap lebih cepat.

"Kondisinya, karena di sana daerah terpadat untuk kawasan Jakarta Utara ya Cilincing," kritik Kepala Bagian Operasi Jakarta Utara, AKBP Hapsoro, saat ditemui detikcom di Mapolres Jakarta Utara, Selasa (25/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan kondisi demikian, dalam kasus pembunuhan itu dia meyakini tidak adanya koordinasi antara pejabat di Kelurahan Sukapura, Cilincing dengan pihak kepolisian. Berdasarkan data yang Hapsoro miliki, terdapat 7 kelurahan dengan 82 RW dan 964 RT di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

"Khusus di KBN Cakung dan KBN Marunda saja tercatat yang bekerja di sana sekitar 40 ribu orang," terangnya.

Dengan padatnya penduduk di wilayah tersebut, dia menilai aksi kejahatan akan lebih leluasa terjadi.
"Masyarakat akan mengamankan diri sendiri, seperti memasang tripleks di kaca, takut kena lemparan batu saat tawuran," kata Hapsoro.

Hapsoro menjelaskan, bahwa di dalam masyarakat tentu terdapat potensi gangguan. Tapi gangguan-gangguan itu masih bisa diminimalisir.

"Dipotensi gangguan itu peran aparatur daerah sangat penting," ujarnya.

Jika menjadi gangguan nyata, lanjut Hapsoro, maka yang berperan dalam penanganannya adalah pihak keamanan. "Tapi pencegahannya ya dari masyarakat itu sendiri," tambahnya.

(lia/vit)


Berita Terkait