"Mungkin Puan perlu lebih tampil di ajang politik terbuka. Sehingga publik bisa lihat langsung bagaimana Puan memetakan masalah, mencermati isu, menyikapi masalah bangsa atau memformulasikan pikirannya terhadap politik, kepentingan rakyat dan kenegaraan," tutur Wasekjen PD, Ramadhan Pohan, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/10/2011).
Menurut Ramadhan, banyak kader muda PDIP yang berprospek dan memiliki kualitas unggul, meskipun bukan darah biru keturunan Soekarno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Puan masih perlu banyak jam terbang politik. "Saya tak bilang Puan tak punya kapasitas. Kalau mau jadi tokoh nasional, apalagi Presiden, nggak mungkinlah ujug-ujug. Siapa pun harus lewati proses politik keras, jalan terjal, tebing curam dan ganasnya samudera. Dari berbagai isu dan persoalan bangsa itu, psikologisnya juga tampak dan bisa diuji," terangnya.
Pada akhirnya memang internal PDIP yang memutuskan siapa capres yang dipandang mumpuni. Karena pada akhirnya partai yang punya kuasa sepenuhnya terhadap capres masing-masing.
"Siapa akhirnya yang digadang-gadang PDIP dari semua tokoh muda di atas, urusan internal PDIP lah. Bagi saya, mereka aset bangsa, walaupun kompetitor politik kami. Kita bangun budaya politik respek, saling-menghargai, hormati perbedaan di antara semua kader bangsa," tandasnya.
(van/ndr)











































