SBY Beri Titah Khusus pada Paspampres Agar Tukang Kebun Jangan Dikasari

SBY Beri Titah Khusus pada Paspampres Agar Tukang Kebun Jangan Dikasari

- detikNews
Selasa, 25 Okt 2011 14:48 WIB
SBY Beri Titah Khusus pada Paspampres Agar Tukang Kebun Jangan Dikasari
Jakarta - Kakek tukang kebun, Nyoman Minta (60) yang nyelonong saat acara SBY di Bali diberi perhatian khusus. Setelah kejadian itu, Presiden SBY secara tegas meminta agar Paspampres memperlakukan Kakek Minta dengan sopan.

"Jangan dikasari, bapak itu sudah tua. Perlakukan dengan rasa kemanusiaan," kata Staf Khusus Presiden, Andi Arief menirukan ucapan SBY kepada Komandan Paspampres. Andi menyampaikan itu kepada detikcom, Selasa (25/10/2011).

Andi menambahkan, Presiden SBY juga tegas meminta agar Paspampres memperlakukan Minta dengan sewajarnya. "Presiden sesaat setelah kejadian sepeda 'nyelonong' memberi arahan kepada Dan Paspampres. Jika tidak ada faktor kesengajaan agar tidak melakukan hal-hal yang tidak patut pada bapak tua pengemudi sepeda itu," terangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa nyelonongnya Kakek Minta terjadi pada Senin (24/10) siang. Saat itu Presiden SBY menggelar acara di Bali Tourism Development Center (BTDC), Nusa Dua, Bali. Kakek Minta yang merupakan petugas kebersihan melintas di dekat podium di mana SBY berada.

Saat melintas dengan sepeda sambil membawa kelapa, botol bekas air mineral, dan kulit jagung, Paspampres menyergapnya. Kakek Minta dibawa dan diamankan di Polsek Kuta. Dia masih menjalani pemeriksaan hingga pukul 00.30 Wita, Selasa (25/10).

Namun informasi terakhir, Minta sudah dibebaskan. Sayangnya, meski disebutkan pihak kepolisian sudah dibebaskan, keberadaan Minta belum jelas. Keluarga masih belum tahu keberadaan Minta.


(ndr/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini