Duh! Intel Polda Diduga Aniaya Ibu Rumah Tangga

Duh! Intel Polda Diduga Aniaya Ibu Rumah Tangga

- detikNews
Selasa, 25 Okt 2011 14:21 WIB
Jakarta - Oknum polisi berinisial Briptu Jup dilaporkan menganiaya Rina (29), seorang ibu rumah tangga di rumahnya di Pondok Karya Blok I, RT 10/04, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Akibatnya, Rina mengalami luka memar di sekujur tubuhnya.

"Jup ini anggota Intelkam Polda Metro Jaya. Dia sama lima orang temannya memukul saya dan dua pembantu saya," kata Rina saat dihubungi wartawan, Selasa (25/10/2011).

Dijelaskan Rina, pemukulan itu terjadi pada Jumat (21/10) sore. Saat itu, Rina yang sudah pisah rumah dengan suaminya Ipda BM mengantarkan tiga anaknya ke rumah Jen, adik Ipda BM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena saya sudah pisah rumah, jadi saya titipkan anak saya ke rumah Jen, karena memang biasanya juga suka dijemput ke situ," kata Rina.

Hubungan Rina sendiri sudah tidak harmonis dengan suaminya yang bertugas di Mabes Polri itu. Sudah satu tahun ini, Rina dan suaminya pisah rumah, namun belum resmi bercerai.

"Saya sering dipukuli sama suami saya, selain itu, suami saya juga punya WIL (Wanita Idaman Lain)," tutur Rina.

Setibanya di rumah Jen di Jl Bangka 1, Mampang, Jakarta Selatan, ternyata BM tidak ada. Rina kemudian meminta agar Jen menghubungi BM.

"Akhirnya saya sama Jen ribut, biasalah sama-sama perempuan," kata dia.

Kebetulan, di rumah Jen, ada Briptu Jup. Jup adalah pacar dari Jen. Briptu Jup kemudian mengintimidasi Rina dan mengusir Rina untuk keluar dari rumah tersebut.

"Saya bilang sama Jup untuk tidak ikut campur masalah keluarga saya," katanya.

Tidak hanya itu, Jup kemudian menarik Rina lalu memukulnya hingga Rina mengalami luka di lengan, bahu dan mukanya.

Setelah itu, Rina kemudian pulang. Beberapa jam kemudian, Jup bersama Jen dan 4 temannya mendatangi Rina.

"Saya rasa mungkin mereka sudah mengintai saya. Mereka masuk, tiba-tiba merusak pagar rumah dan motor saya juga," katanya.

Rina kemudian kembali dianiaya oleh Jup dan kawan-kawannya. Saat Rina ribut bersama Jup dan kawan-kawannya, dua pembantu Rina keluar. Dua pembantu itu hendak melerainya, namun malah dianiaya oleh lima pelaku.

"Mbak saya dijedotin kepalanya ke tembok," kata dia.

Ironisnya lagi, tindakan kekerasan yang dilakukan Jup bersama 5 temannya itu dilakukan dihadapan tiga anaknya yang masih berusia 9, 6 dan 3 tahun.

"Anak saya sampai menjerit-jerit," tukasnya.

Kasus kekerasan ini telah dilaporkan Rina ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan TBL/3677/X/2011/PMJ/ Ditreskrimum. Indrawati (19), salah seorang dari dua pembantu yang turut menjadi korban juga melaporkan atas kasus yang sama dengan nomor TBL/3682/X/2011/PMJ/Ditreskrimum.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar saat ditemui di ruangannya membenarkan ada laporan tersebut.

"Laporannya ditangani oleh Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya. Nanti dilihat, apakah akan diserahkan ke Propam atau di Krimum," kata Baharudin.
(mei/ndr)


Berita Terkait