"Enggak tau saya. Yang seperti itu masa mau dikomentari. Masa Ketua DPR mengomentari tukang kebun," ujar Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/10/2011).
Bagi Marzuki tindakan Paspampres juga wajar jika tak ditahan. Ia tidak menganggap Paspampres kebobolan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu ia menolak mengomentari sikap Paspampres, bahkan untuk meminta evaluasi internal Paspamres dirasanya tidak perlu.
"Ya sudah lah nggak usah dikomentari," ucapnya lagi.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah kalangan meminta agar kasus ini menjadi bahan evaluasi bagi pasukan pengaman presiden (Paspampres).
"Sudah ditangani dengan baik. Untuk unsur keamanan, ini menjadi bahan evaluasi, terkait juga dengan pengamanan wilayah, harus ada koordinasi," kata Juru Bicara Presiden Bidang Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha saat dihubungi detikcom.
"Tapi ini dipastikan tidak ada unsur kesengajaan," terangnya.
Julian mengatakan, Nyoman Minta (60) memang sehari-hari bekerja di sekitar lokasi ASEAN Fair di kompleks Bali Tourism Development Corporation. Sehingga wajar jika Nyoman secara tidak sengaja melintas di lokasi yang sedang dijadikan sebagai tempat 'hajatan' Presiden.
"Ini memang sesuatu yang rutin dilakukan oleh bapak itu. Hanya saja kemarin sedang ada event ASEAN Fair dan banyak tamu negara," jelasnya.
(van/gun)










































