RSUD Persahabatan Dituding Lakukan Dugaan Malpraktek
Selasa, 13 Jul 2004 11:33 WIB
Jakarta - Kasus dugaan malpraktek kembali diungkap. Setelah menjalani operasi payudara di RSUD Persahabatan, kondisi kesehatan Ngatmi justru bertambah parah.Ditemani sang suami, Naimin dan kuasa hukum dari LBH Kesehatan, Iskandar Sitorus, Ngatmi mengadukan dugaan malpraktek yang dialaminya ke Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (13/7/2004).Kepada wartawan yang menemuinya, Ngatmi mengatakan, petaka yang dialaminya berawal dari operasi payudara pada 24 Maret 2001 lalu. Tindakan medis itu dilakukan karena menurut dokter di RSUD Persahabatan, yakni dr.Wimpi, dirinya menderita tumor payudara."Namun setelah operasi, saya tidak juga kunjung sembuh. Sebaliknya, tangan kanan saya menjadi bengkak dan sulit untuk digerakan. Demikian juga dengan luka bekas operasi, tidak mengering. Luka ini masih suka berdarah dan mengeluarkan nanah," tutur Ngatmi.Keluhan ini sebenarnya sudah dikonsultasikan Ngatmi kepada dr Wimpi. Tetapi, tidak ada tindakan medis yang cukup memuaskan. Ngatmi mengungkapkan, dr.Wimpi hanya mengatakan, pembengkakan itu karena tangannya jarang digerakan. "Saya kemudian diberi resep," kata warga Jl. Rawadesa, RT 5 RW 3, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur ini.Naimin menambahkan, untuk menyembuhkan istrinya ini, biaya yang dikeluarkan hampir mencapai Rp 12 juta. Jumlah tersebut sangat besar bagi Naimin yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek ini."Duit itu hasil menjual rumah kami. Saya kini tidak memiliki biaya lagi untuk mengobati istri saya. Saya hanya berharap dia bisa sembuh," ujar Naimin lirih.Dalam kesempatan itu, Ngatmi sangat terlihat tidak sehat. Di balik kerudung putih yang dipakainya, wajah Ngatmi terlihat sangat lesu. Telapak kaki wanita paruh baya ini hanya beralaskan sandal jepit, yang juga terlihat sudah usang.
(djo/)











































