Listrik Ganggu Laporan Perhitungan Suara di Maluku
Selasa, 13 Jul 2004 11:02 WIB
Jakarta -
Macetnya mesin PLN dua hari terakhir ini berdampak pada perhitungan hasil pilpres di Maluku. Demikian disampaikan anggota KPUD Maluku Jhon Ruhulessyn.Gangguan penerangan itu menyebabkan proses penerimaan dan pengiriman data hasil perhitungan suara dari kecamatan maupun kabupaten terhambat. "Ini sangat menganggu kinerja kita. Padahal ada beberapa daerah yang ingin mengirimkan datanya. Kita tidak bisa menerimanya, jadi hasil suara sementara yang terdata di KPUD Maluku sudah sejak dua hari lalu. Kami menunggu hingga berfungsinya jaringan listrik PLN kembali," ujarnya pada detikcom.Kepala PLN Wilayah Maluku, Suhud Setyabudi, kepada detikcom di ruang kerjanya mengungkapkan, kemacetan mesin PLN selama dua hari ini diakibatkan karena terganggunya jaringan PLN bawah laut. "Ini yang menganggu proses operasional mesin-mesin PLN. Coba Anda lihat, sudah dua hari ini lampu terus mengalami gangguan. Kami sudah mencoba maksimal. Yang pasti kami akan berusaha memperbaiki dalam waktu singkat ini," jelas Setyabudi.Dikatakan Setyabudi, setelah diadakan pemeriksaan sejak kemarin, ditemukan terbukanya isolasi pada kabel dekat PLTD Hative Kecil. "Nah setelah kami periksa jaringan bawah laut, ternyata ada kabel yang hampir putus di dekat PLTD Poka. Makanya kami putuskan dulu untuk diperbaiki dua jaringan tersebut," ungkap Setyabudi.Pantauan detikcom di kantor KPUD sejak dua hari hingga siang ini, pagawai KPUD Maluku hanya terlihat bercanda sambil mengeluhkan kinerja PLN Maluku.Sebelumnya guna mengantisipasi kemacetan mesin, PLN telah menyediakan satu buah genset di kantor PLN Jl AY.Patty Ambon. Sayangnya mesin tersebut pun tidak berfungsi. Saata ini, terlihat petugas PLN sedang melakukan identifikasi kerusakan jaringan genset untuk diperbaiki kembali.Salah seorang warga kota Ambon, Idham Ilyas, menyesalkan kinerja PLN pada seminggu akhir ini. "Kondisi lampu sudah seperti saat konflik kembali. Tiap satu jam padam. Lalu bagaimana dengan barang-barang elektronik masyarakat. Banyak yang rusak. Itu tetangga saya, komputer yang dimilikinya rusak, dan sudah dibawah ke tempat service. PLN tidak memikirkan dampak ini sih," katanya kecewa..
(nrl/)










































