DPR: Kebobolan, Komandan Paspampres Harus Dievaluasi

DPR: Kebobolan, Komandan Paspampres Harus Dievaluasi

- detikNews
Selasa, 25 Okt 2011 11:55 WIB
Jakarta - Secara mengejutkan, seorang kakek tukang kebun bisa melintas di depan podium tempat Presiden SBY menggelar acara di Nusa Dua. Wakil Ketua DPR Pramono Anung menyatakan komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) harus dievaluasi.

"Bukan tukang kebunnya yang salah tapi Paspampres yang tidak dengan baik menjaga Presiden sebagai kepala negara. Jadi kebobolan tukang kebun ini cermin pengamanan presiden belum maksimal," tutur Pramono kepada wartawan, Selasa (25/10/2011).

Pramono menilai Paspampres telah lalai. Hal ini bisa sangat membahayakan jika yang tembus penjagaan adalah teroris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Coba kalau yang masuk adalah teroris ini akan sangat membahayakan Presiden. Artinya Paspampres yang harus dievaluasi, kalau perlu komandannya," tuturnya.

Ia berharap kakek tua tersebut segera dibebaskan. "Harus dibebaskan kalau memang tidak ada yang dilanggar. Paspampres yang harus dievaluasi,"tandasnya.

Sebelumnya diberitakan kasus ini menjadi bahan evaluasi terutama bagi Paspampres. "Sudah ditangani dengan baik. Untuk unsur keamanan, ini menjadi bahan evaluasi, terkait juga dengan pengamanan wilayah, harus ada koordinasi," kata Juru Bicara Presiden Bidang Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha saat dihubungi detikcom, Selasa (25/10).

"Tapi ini dipastikan tidak ada unsur kesengajaan," imbuh Julian.

Julian mengatakan, Nyoman Minta (60) memang sehari-hari bekerja di sekitar lokasi ASEAN Fair di kompleks Bali Tourism Development Corporation. Sehingga wajar jika Nyoman secara tidak sengaja melintas di lokasi yang sedang dijadikan sebagai tempat 'hajatan' Presiden.

"Ini memang sesuatu yang rutin dilakukan oleh bapak itu. Hanya saja kemarin sedang ada event ASEAN Fair dan banyak tamu negara," ujarnya.

(nal/nal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads