"Bukan tukang kebunnya yang salah tapi Paspampres yang tidak dengan baik menjaga Presiden sebagai kepala negara. Jadi kebobolan tukang kebun ini cermin pengamanan presiden belum maksimal," tutur Pramono kepada wartawan, Selasa (25/10/2011).
Pramono menilai Paspampres telah lalai. Hal ini bisa sangat membahayakan jika yang tembus penjagaan adalah teroris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berharap kakek tua tersebut segera dibebaskan. "Harus dibebaskan kalau memang tidak ada yang dilanggar. Paspampres yang harus dievaluasi,"tandasnya.
Sebelumnya diberitakan kasus ini menjadi bahan evaluasi terutama bagi Paspampres. "Sudah ditangani dengan baik. Untuk unsur keamanan, ini menjadi bahan evaluasi, terkait juga dengan pengamanan wilayah, harus ada koordinasi," kata Juru Bicara Presiden Bidang Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha saat dihubungi detikcom, Selasa (25/10).
"Tapi ini dipastikan tidak ada unsur kesengajaan," imbuh Julian.
Julian mengatakan, Nyoman Minta (60) memang sehari-hari bekerja di sekitar lokasi ASEAN Fair di kompleks Bali Tourism Development Corporation. Sehingga wajar jika Nyoman secara tidak sengaja melintas di lokasi yang sedang dijadikan sebagai tempat 'hajatan' Presiden.
"Ini memang sesuatu yang rutin dilakukan oleh bapak itu. Hanya saja kemarin sedang ada event ASEAN Fair dan banyak tamu negara," ujarnya.
(nal/nal)











































