"Jadi siapa pun yang akan jadi pimpinan partai atau pimpinan negara yang akan disumbangkan PDI Perjuangan ke Republik Indonesia, ukurannya adalah ide-ide Bung Karno yang terus menerus dikembangkan, disesuaikan dan bisa diterapkan," kata tokoh muda PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko, kepada detikcom, Selasa (25/10/2011).
Selain itu, lanjut Budiman, ada syarat lain bagi pimpinan ataupun capres dari PDI Perjuangan yaitu sanggup mengembangkan kharisma kepemimpinan yang digabungkan dengan kemampuan kerja tim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan begitu, Budiman yakin PDI Perjuangan akan menjadi motivator besar bagi Renesans (Kebangkitan Kembali) Indonesia.
"Jadi kader pemimpin bangsa ke depan dari PDI Perjuangan adalah yang menginternalisasi ide-ide Bung Karno sesuai tantangan zaman, yang sanggup mengembangkan Tim Kerja yang berkualitas dan sanggup mengembangkan kharisma kepemimpinan yang sejati, bukan pencitraan saja," paparnya.
Soal Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani yang dielus ayahnya Taufiq Kiemas sebagai capres, Budiman mengatakan, "Tentu jika Mbak Puan dan yang lain-lain memiliki kesempatan emas untuk memikul tanggung jawab sejarah itu, yang beruntung adalah Indonesia."
Sebelumnya, pengamat politik dari UGM Arie Sudjito bahwa Puan Maharani yang dielus ayahnya Taufiq Kiemas sebagai capres, harus bertarung di internal partai dengan kader muda lain. Arie menyebut beberapa kader muda yang menonjol seperti Budiman Sudjatmiko, Rieke Dyah Pitaloka, Ganjar Pranowo dan Maruarar Sirait.
(lrn/aan)











































