Penelusuran detikcom, iklan yang dikirim melalui SMS berasal dari nomor berbagai operator. Ada yang menawarkan kredit tanpa agunan, menawarkan produk tertentu seperti properti atau menawarkan bisnis jual beli pulsa.
Bagaimana reaksi masyarakat? Ada yang terganggu tapi ada juga yang merasa biasa saja. Beberapa orang merasa terganggu lantaran SMS iklan tersebut masuk saat si penerima sedang beristirahat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hany dan Erwin juga kerap mendapatkan SMS iklan semacam itu. Hany menanggapi santai masuknya SMS-SMS iklan ke inboks ponselnya.
"Beberapa kali saya dapat SMS iklan KTA. Karena saya tidak butuh, ya sudah langsung hapus saja. Namanya juga iklan," ucap Hany.
Sementara, Erwin bertanya-tanya, darimana si pengirim SMS iklan mendapatkan nomor ponselnya. Sebab si pengirim SMS tidak menggunakan short-code layaknya content provider, melainkan nomor biasa.
Sementara itu di dunia maya, terdapat beberapa penyedia layanan SMS iklan. Mereka mengklaim memiliki database jutaan nomor ponsel yang valid dan update sebagai 'ladang' mengirimkan iklan.
Biaya iklan SMS massal ini cukup terjangkau. Misalnya ada yang menawarkan pengiriman 10.000 SMS ke 10.000 nomor ponsel dipatok dengan biaya kurang dari Rp 200 ribu.
(vit/fay)











































