Dipolisikan, Calon Walikota Pekanbaru Asal PD Merasa Direkayasa

Dipolisikan, Calon Walikota Pekanbaru Asal PD Merasa Direkayasa

- detikNews
Selasa, 25 Okt 2011 10:40 WIB
Pekanbaru - Menjelang Pemungutan Ulang Suara (PSU) Pemilukada Pekanbaru suasana politik kian memanas. Calon Walikota Firdaus MT dari Partai Demokrat, merasa menjadi korban dari lawan politiknya. Dia diperiksa Polresta Pekanbaru terkait dugaan pemalsuan dokumen.

"Kasus pemalsuan dokumen ini hanya pemaksaan hukum saja dari lawan-lawan politik kami. Padahal calon kami itu tidak ada tahapan Pemilu yang dilabrak," kata Ketua Tim Koaliasi, Chaidir dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (25/10/2011) di Pekanbaru.

Menurut Chaidir, calon walikota Pekanbaru Firdaus MT diperiksa polisi soal dugaan pemalsuan dokumen saat pengisian formulir di KPUD Pekanbaru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kasus ini benat-benar dipaksakan. Padahal seharusnya bila terjadi pelanggaran Pemilukada, seharusnya diajukan ke PTUN 90 hari setelah penetapan di KPUD. Tapi ini lucu, setelah pemilukada selesai dan terjadi pemungutan ulang, isu itu sengaja dihebuskan," kata Chaidir.

Sebagaimana diketahui, Firdaus MT dilaporkan LSM ke Gakumdu soal dugaan pemalsuan dokumen. Firdaus diduga sengaja tidak mencantumkan nama istri keduanya di lembaran formulir saat mendaftar di KPUD.

"Apakah jika kita lulusan sarjana, lantas saat mencalon kepala daerah mengisi formulir tamatan hanya SLTA dianggap pembohongan publik? Yang disebut melakukan penipuan publik itu jika sebaliknya mengaku sarjana padahal hanya SLTA," kata Chaidir, yang mantan Ketua DPRD Riau itu, memberikan analogi.

Menurut Chaidir, kasus pemalsuan dokumen ini hanya dagelan politik tidak murni urusan penegakan hukum. "Berbagai cara kayaknya membuat kampanye hitam dari calon kita. Seorang tersangka sekalipun tidak ada hak politiknya dihalangi selama proses Pemilukada. Ini harus menjadi patokan kita," kata Chaidir.

Sebagaimana diketahui, dalam pemilukada Pekanbaru Mei lalu, Firdaus MT-Ayat Chayadi menang mutlak. Sedangkan calon Golkar Septina Primawati istri Gubernur Riau, Rusli Zainal, keok. Septina kalah jauh dibanding suara yang diraih Firdaus.

Tapi akhirnya hasil pemilukada digugat ke MK dengan putusan dilakukan PSU. Pelaksanaan PSU sempat tertunda dengan alasan Pemkot Pekanbaru tidak punya dana. Kini MK kembali menetapkan PSU di akhir tahun ini.

Bila pertarungan ini dilakukan kembali, sisi politik masyarakat tetap akan mendukung Firdaus MT ketimbang Septina istri gubernur. Masyarakat menilai, kiranya jabatan kepala daerah jangan menjadi sebuah tradisi kerajaan dimana jabatan dimiliki secara turun temurun.

"Memang tidak salah seorang istri gubernur mencalonkan kepala daerah. Tapi secara etika, kok rasanya maruk jabatan. Padahal suaminya masih menjabat sebagai gubernur untuk kedua kalinya," kata Rianto warga Pekanbaru kepada detikcom.

Firdaus MT diperiksa Polresta Pekanbaru, pukul 00.20 WIB. Firdaus diperiksa di lantai 3 ruangan Reskrim. Pemeriksaan baru selesai menjelang azan subuh. Tidak ada komentar apapun dari Firdaus saat wartawan mencegatnya.


(cha/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini