Paspampres yang Harus Dievaluasi, Bukan Kakek Tukang Kebun yang Ditahan

Paspampres yang Harus Dievaluasi, Bukan Kakek Tukang Kebun yang Ditahan

- detikNews
Selasa, 25 Okt 2011 09:59 WIB
Jakarta - Si kakek tukang kebun Nyoman Minta (60) yang melintas di dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diperiksa dan ditahan di Polsek Kuta Selatan. Dia masih menjalani pemeriksaan hingga pukul 00.30 Wita, Selasa (25/10/2011). Langkah kepolisian ini dikritik keras.

"Untuk apa ditangkap? Bebaskan saja," kata aktivis HAM Usman Hamid saat dihubungi detikcom, Selasa (25/10/2011).

Usman menilai, bukan salah Kakek Minta melintas di dekat presiden. Seharusnya pengamanan Ring 1 yang bisa mengantisipasi melakukan penjagaan. Apalagi Kakek Minta biasa melintas di jalur, yang kebetulan tengah dijadikan acara untuk presiden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau hanya kakek melintas di dekat presiden, cukup ditegur saja dengan cara yang santun. Dan pengamanan presiden tentu harus diperketat, bila merasa ada laporan intelijen tentang ada ancaman kuat yang nyata," terangnya.

Dari pantauan beberapa wartawan pada dini hari tadi, si kakek diamankan di salah satu ruangan Polsek Bulau, Kuta Selatan, Nusa Dua.

Kakek yang sehari-hari bekerja sebagai tukang kebun di Bali Tourism Development Center (BTDC), Nusa Dua di tempatkan di salah satu ruangan polsek.

Ia masih mengenakan pakaian hijau, topi hijau yang dikenakan sejak pagi hari.

Barang bawaan kakek ini pun diamankan di Mapolsek Bualu. Barang bukti berupa kelapa, botol bekas air mineral, dan kulit jagung.

Penjagaan terhadap kakek pun sangat ketat. Aparat dari Polda Bali terlihat di Polsek Bualu. Polisi melarang wartawan untuk mengambil gambar kakek tersebut.


(ndr/vit)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini