PDIP Didorong 'Tarungkan' Puan & Kader Muda Lain di Internal

Pilpres 2014

PDIP Didorong 'Tarungkan' Puan & Kader Muda Lain di Internal

- detikNews
Selasa, 25 Okt 2011 09:36 WIB
PDIP Didorong Tarungkan Puan & Kader Muda Lain di Internal
Jakarta - Nama Puan Maharani mencuat untuk diajukan ke Pilpres 2014, menyusul permintaan politisi PDIP Taufiq Kiemas agar politikus senior pensiun. PDIP pun didorong untuk 'mempertarungkan' kader-kader mudanya, seperti Puan Maharani, di level internal.

"Langkah PDIP untuk mengajukan calon muda harus diapresiasi. Karena selama ini kaderisasinya megasentris. Apakah nantinya Puan mau maju atau tidak, PDIP harus punya tradisi 'bertarung' internal melalui konvensi antar kader," ujar pengamat politik Arie Sudjito dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (25/10/2011).

Menurut dia, di internal PDIP terdapat beberapa kader muda yang menonjol seperti Budiman Sujatmiko, Rieke Dyah Pitaloka, Ganjar Pranowo dan Maruarar Sirait. Soal massa PDIP akan memilih siapa, merupakan persoalan lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan sampai dikesankan ada dinasti. Soekarno itu merupakan modal politik, harta karun besar. Pemikirannya jangan diawetkan, tapi dikembangkan ide nasionalismenya, kerakyatannya, marhaenismenya. Jadi harus benar-benar kader muda yang kredibel yang dimajukan, bukan sekadar anaknya siapa," papar akademisi UGM ini.

Dia menambahkan, sudah terlalu lama PDIP berada di bawah bayang-bayang Megawati. Agar kader-kader muda PDIP muncul sebagai pemimpin, maka harus berani memunculkan 'rising star'. Sosok pemimpin itu harus dikader.

"Nggak apa-apa Puan maju, atau Puti maju. Tapi perlu 'ditarungkan' di dalam. Kalau masih lekat dinastinya, maka itulah realitas," imbuhnya.

Di mata Arie, Puan sudah punya cukup pengalaman, dalam arti jam terbang di dunia politik. Namun secara ide atau gagasan, kepemimpinan Puan belum terlalu terlihat.

"Dia punya modal politik sebagai anak Megawati. Tapi kemampuannya harus diasah lagi," tambahnya.

Pemilu maupun Pilpres 2014 merupakan momentum untuk membenahi partai agar masyarakat punya harapan baru. Jika parpol bermalas-malasan melakukan pembenahan, maka golput akan semakin meningkat.

"Golput makin meningkat karena frustasi sosial," ucap Arie.

Sebelumnya, Taufiq Kiemas menyarankan Megawati tidak maju Pilpres 2014. Namun memberikan kesempatan kepada kader muda PDIP. "Saya secara pribadi lebih baik kita kaderisasi. Mikir dulu lah sebab usianya (Mega) sudah 68 tahun 2014," ujarnya.

Kiemas juga menyarankan kepada politikus senior untuk pensiun. "Paling berat di Republik Indonesia ini kaderisasi. Ngalah saja njaga negara kesatuan ini. Kalau 2014 nanti kaderisasinya jomplang aja. Kalau 2014 rata-rata sudah 70 tahun," ucap Kiemas kepada wartawan.

(vit/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads