"Tepat sasaran. Yang bertanggung jawab kan Citibank. Sudah dia (Irzen-red) diundang oleh Citibank, dia dianiaya, dia meninggal di sana," ujar Esi Ronaldi saat ditemui wartawan usai sidang di Pengadilan Negeri Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (24/10/2011).
Esi menjawab pertanyaan wartawan soal harapan terhadap persidangan kasus almarhum suaminya. Esi yang mengenakan blouse warna biru dengan jilbab warna senada ini tampak tenang menjawab pertanyaan wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Citibank tanggung jawab. Dia kan kepala keluarga. Tidak ada seorang pun yang berhak mengambil nyawa manusia lain," tuturnya.
Terhadap dakwaan jaksa atas kelima terdakwa penganiaya suaminya, Esi enggan berkomentar banyak. Dia hanya berharap agar jaksa dan hakim bertindak adil dan profesional.
"Yang melakukan itu mereka (terdakwa-red), yang melihat mereka, jawab apapun terserah. Tapi kan ada jaksa yang bijaksana, hakim yang bijaksana. Itu nanti mereka yang akan melihat bukti-bukti," ucap Esi.
Lebih lanjut, Esi menuturkan, dirinya berusaha tegar menjalani kehidupannya pasca ditinggal almarhum Irzen Octa. Meskipun diakuinya, dirinya merasa sangat kehilangan figur Irzen Octa.
"Ya jalani saja," tuturnya.
"Tentu jauh berbeda dengan waktu adanya bapak. Ke mana pun kita berempat, lalu kita bertiga. Anak-anak butuh figur bapak," tandas Esi dengan mata berkaca-kaca.
(nvc/mad)











































