"Kita tidak ada istilah jegal-menjegal, kita akan pilih yang terbaik. Itu tidak benar, PD belum membicarakan siapa yang akan dipilih dari 8 Capim KPK," ujar Saan kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/10/2011).
Saan mengakui bahwa PD memiliki kepentingan terhadap calon pimpinan KPK mendatang. Namun kepentingan tersebut untuk memperkuat KPK, bukan melemahkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya politisi Gerindra, Desmond J Mahesa menuding PD Cs akan menjenggal langkah Bambang untuk jadi pimpinan KPK.
"Ada gejala kalau PD dan partai koalisinya tidak akan memilih Bambang. Ini karena mereka punya kepentingan untuk mengamankan kelompok atau partai mereka," ujar Politisi Gerindra yang juga anggota Komisi III DPR, Desmond J Hahesa kepada detikcom di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/10).
Menurut Ketua DPP Gerindra Bidang Kaderisasi ini, Bambang Widjojanto adalah adalah sosok yang tegas dalam pemberantasan korupsi. "Dan inilah yang ditakutkan oleh partai koalisi," terangnya.
Menurut Desmond, partai koalisi sudah terlihat tidak menyukai figur Bambang saat yang bersangkutan head to head dengan Busyro Muqaddas dalam seleksi calon Ketua KPK. Menurutnya, saat itu partai koalisi (PD, PAN, Golkar, PKS, PPP dan PKB) terlihat terang-terangan tidak mendukung Bambang.
"Padahal kalau mereka ingin pemimpin KPK yang tegas, Bambang adalah orangnya. Dan saya melihat, Bambang juga tidak akan dipilih oleh mereka kali ini," terangnya.
Lalu bagaimana dengan sikap Fraksi Gerindra? "Kita belum menentukan sikap, tetapi saya pribadi mendukung Bambang. Dia punya kemampuan dan ketegasan," imbuhnya.
(her/rdf)











































