"Sakit demam tinggi, gemetaran, sulit bernafas, dan sempoyongan," ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan DKI Jakarta Ipih Ruhyani ketika dihubungi wartawan, Senin (24/10/2011).
Menurut Ipih, hewan kurban yang akan masuk ke Jakarta harus bersertifikat sehat. Jika saat di penampungan ditemukan tanda-tanda hewan kurban terkena anthrax maka hewan itu tidak boleh dipotong dan harus diisolasi serta diobservasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak sampai di situ saja, Ipih menuturkan, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan daging hewan kurban setelah dipotong. "Jadi kita pantau saat hewan masih hidup dan setelah dipotong sehingga aman sampai ke masyarakat," katanya.
Ipih berharap, tempat penampungan hewan akan berkurang. Hal ini untuk memudahkan pemeriksaan.
"Kita harap tempat penampungan lebih terpusat di beberapa titik saja, agar memudahkan pemeriksaan," imbuh Ipih.
Sementara itu, kebutuhan hewan kurban tahun ini yakni sapi 8 ribu, kerbau 200 ekor, kambing 30 ribu ekor, dan domba 1.500 ekor. Hewan kurban itu didatangkan antara lain dari Ponorogo, Madiun, Lumajang, Purwokerto, Tegal, Wonosari, Sukabumi, Bogor, dan Cirebon.
(nik/vit)











































