Pantauan detikcom di RS Polri, Jl RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, jenazah Hertati dan ER dibawa sekitar pukul 13.35 WIB, Senin (24/10/2011). Korban kebiadaban Rahmat Awifi tersebut ditempatkan dalam satu peti berwarna cokelat.
Jenazah diambil oleh ayah Hertati, Safroni, bersama sang suami Abu Sofyan dan kedua adik Hertati yaitu Ermawati dan Ermawan. Mereka menumpang mobil ambulans milik RS Polri bernopol B 1024 PIX.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini keluarga tidak mengetahui keberadaan korban, karena terakhir kali bertemu dua hari setelah Lebaran," tutur Sastroni.
"Tahun ini korban bilangnya mau pulang ke rumah suami tapi nggak nyampe-nyampe. Kita udah cari-cari sampai Lubuk Linggau," sambungnya lirih.
Hertati dan ER menjadi korban pembunuhan Rahmat. Rahmat sudah merencanakan pembunuhan terhadap ibu dan anak itu. Rahmat nekat membunuh Hertati dan anaknya karena kesal dengan permintaan tanggung jawab atas kehamilan Hertati yang sudah enam minggu.
(mad/fay)










































