Dengan membawa spanduk dan poster serta replika kalkulator, para pekerja yang sebagian besar perempuan ini mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama, Jalan Pemuda, Semarang, Senin (24/10/2011). Mereka disambut puluhan aparat kepolisian dengan pasukan satwa.
Setelah berorasi sebentar, para pekerja memblokir jalan. Jalan raya yang menghubungkan Kawasan Kota Lama dan balaikota itu pun macet total. Namun aksi tersebut segera dihentikan polisi sehingga arus lalu lintas kembali lancar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sempat terjadi dorongan dari pekerja. Engsel pintu gerbang nyaris copot. Pagar besi itu sedikit miring. Polisi tak terprovokasi, hanya melarang pekerja melanjutkan dorongan tersebut.
Hingga aksi berakhir, tak satu pun pejabat kantor pajak yang menemui pekerja. Perwakilan pekerja diizinkan masuk dan ditemui pejabat kantor pajak tapi tidak ada keputusan apa pun.
"Mereka bilang hal ini ditanyakan ke Jakarta," kata koordinator aksi, Usman.
Usman menyatakan, pada awalnya pekerja tidak tahu perusahaannya terbelit masalah pajak. Karena itu, organisasi pekerja menanyakan ke manajemen. Informasi yang didapatkan, pajak perusahaan kurang Rp 46 juta, tapi menurut kantor pajak beban pajak perusahaan mencapai Rp 32 miliar.
"Karena itu, kami ke sini. Ingin tahu kejelasannya. Manajemen (perusahaan) bilang kantor pajak salah hitung, sehingga seolah-olah beban pajak perusahaan besar. Kalau perusahaan sampai tutup, mau dikemanakan 1.200-an pekerjanya," katanya.
Sebelum mengakhiri aksinya, pekerja membakar replika kalkulator dan sejumlah poster. Mereka kecewa karena tak satu pun perwakilan kantor pajak bersedia berdialog. Ratusan pekerja tersebut kembali ke perusahaan dengan menggunakan beberapa angkutan kota.
(try/fay)










































