"Saya ingin dia dihukum seberat-beratnya. Ya dihukum mati," kata suami Hertati, Abu Sofyan saat mengambil jenazah di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (24/10/2011).
Adik Hertati, Ermawati juga berharap, Rahmat dihukum seberat-beratnya oleh polisi. Perempuan yang bekerja di Jakarta itu ingin Rahmat tidak dilepaskan begitu saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu ayah Hertati, Safroni, lebih memilih menyerahkan semuanya ke pihak berwajib. Safroni yang tinggal di Lampung ini yakin, polisi lebih tahu hukum ketimbang dirinya.
"Saya nggak tahu hukum, hanya berwajib yang tahu hukum. Saya serahkan kepada yang berwajib," kata Safroni.
Hertati dan ER menjadi korban pembunuhan Rahmat. Rahmat sudah merencanakan pembunuhan terhadap ibu dan anak itu. Rahmat nekat membunuh Hertati dan anaknya karena kesal dengan permintaan tanggung jawab atas kehamilan Hertati yang sudah enam minggu.
(ken/fay)
