"Masyarakat jangan terlena menyaksikan kekejaman proses pembunuhan. Tapi di balik itu, masyarakat harus mengambil hikmah yaitu jangan pernah hamil di luar nikah. Baik yang hamil atau yang menghamili. Ini membuat semuanya bisa kalap," kata psikolog Universitas Bina Nusantara (Ubinus), Reza Indragiri Amriel, saat berbincang dengan detikcom, Senin (24/10/2011).
Menurutnya, pesan di balik pembunuhan ini kini telah terlupakan. Seiring begitu banyaknya kehamilan di luar perkawian, masyarakat lalu menganggapnya sesuatu yang biasa. Padahal, kehamilan di luar nikah bisa berbuntut panjang.
"Akar masalahnya adalah kehamilah di luar nikah. Kalau nggak hamil, tentu tidak ada pembunuhan," terang Reza.
Terkait faktor kejiwaan Rahmat, Reza menilai dia lelaki normal dengan kejiwaan yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Menurutnya, Rahmat tidak masuk kategori psikopat dan bisa lepas dari delik pembunuhan.
"Kejiwannya stabil. Kalau psikopat, dia dis-organis. Tidak tertata alur kejiwaannya," ungkap Reza.
Seperti diketahui, Rahmat ditangkap atas tuduhan pembunuhan terhadap Hertati karena kesal diminta pertanggung jawaban atas kehamilannya.
Tidak hanya membunuh Hertati, Rahmat juga menghabisi nyawa anak Hertati berinisial ER. Usai membunuh ER dengan cara membekap mulutnya hingga lemas, ER kemudian diperkosa dengan cara disodomi.
(asp/irw)











































