"Supaya tidak terjadi mis-understanding. Kalau informasi dari pihak pertama, Menhan akan jelas," kata Menhan pada jumpa pers di sela-sela Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN di Hotel Melia Bali, Nusa Dua, Minggu (23/10/2011).
Kondisi Papua dijelaskan Purnomo kepada Menhan AS Leon Panetta dalam pertemuan bilateral tertutup.
Masalah Papua yang diungkap adalah isu pelanggaran HAM yang dituduhkan kepada TNI. Purnomo menjelaskan, bahwa TNI tidak melakukan kekerasan dan pelanggaran HAM kepada warga sipil.
"Ada isu HAM. Kita menganut trias politika. Eksekutif, legislatif, dan yudikatif organ yang berbeda. Menhan tidak bisa mempengaruhi hukum. Itu sepenuhnya keputusan hakim," papar Purnomo kepada Leon.
Ia juga memaparkan proses peradilan militer terhadap prajurit TNI yang didakwa melakukan kekerasan terhadap warga sipil.
"Pada saat persidangan, objek dan saksi tidak ada. Itu yang membuat salah satu keputusan hakim," urai Purnomo.
Purnomo pun kembali menegaskan kepada AS bahwa TNI menjunjung HAM.
Namun, Indonesia juga tak akan mentolelir sikap para separatis di Papua. "Kalau itu separatis ditumpas. Termasuk kalau dia makar, dan mengibarkan bendera OPM," demikian Purnomo.
Hanya saja, Indonesia dan AS tak membicarakan masalah kerusuhan di Freeport karena menyangkut koorporasi.
(gds/irw)











































