"Tim Atut-Rano siap menghadapi setiap kemungkinan termasuk maju ke MK," Ketua Bappilu DPD Partai Golkar Banten, Very Muhlis Ariefuzzaman, kepada detikcom, Minggu (24/10/2011).
Menurut Very, Tim advokasi Atut-Rano sudah memiliki data-data kecurangan yang dilakukan oleh pihak lawan, terutama oleh pasangan nomor 2, Wahidin-Irna. Kecurangan itu ditemukan di daerah Tangerang seperti keterlibatan PNS, money politics, dan sebagainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Very menandaskan, Pemilukada Banten sudah selesai dengan kemenangan Atut-Rano. Kemenangan pasangan tersebut tinggal menunggu hasil penghitungan suara resmi oleh KPUD Banten. Sudah seharusnya pihak lawan menerima hasil Pilgub secara legowo.
"Sekarang saatnya untuk bekerja, dan mengajak semua masyarakat kembali bersatu demi kemajuan Banten," ajaknya.
Sebelumnya, pasangan Wahidin-Irna berencana menggugat kecurangan Pemilukada Banten ke MK, baik menang maupun kalah dalam pertarungan Pemilukada. Pasangan calon kepala daerah tersebut telah menyiapkan 20 pengacara untuk bertarung di depan hakim MK.
Berdasarkan hasil penghitungan cepat (quick count) yang dirilis Jaringan Suara Indonesia (JSI), Atut-Rano Karno (nomor urut 1) memenangi Pemilukada Banten dengan 49,78 persen suara. Sedangkan pasangan nomor urut 2, Wahidin Halim-Irna Narulita mendapat 38,17 persen. Pasangan terakhir, Jazuli Juwaeni-Makmun Muzzaki cuma mendapat 12,05 persen.
(irw/asp)











































