"Haji tahun ini sudah maju daripada tahun lalu. Misalnya pemondokan lebih dekat dari Masjid Nabawi," komentar Malkan Amin dari Komisi V (Perhubungan) DPR usai meninjau pemondokan jamaah di Hotel Isroq, Madinah, Kamis (23/10/2011) pukul 16.30 atau 20.30 WIB.
Bersama Malkan, turut sejumlah wakil rakyat dari Komisi VIII (Agama) dan IX (Kesehatan). Malkan menilai, tak ada persoalan di Madinah yang menonjol. "Besok kami mau ke Makkah, nah di sanalah yang complicated," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pasien wanita yang sudah sepuh menjawab, "Kaki goyang-goyang."
Baik Dhiana maupun rekannya M Busro Suhud, menilai haji tahun ini ada perbaikan di sana-sini.
"(Pelayanan) Haji tidak bisa 100 persen sempurna, yang bisa kita lakukan adalah meminimalisir kekurangan," kata Busro.
Keduanya juga mengingatkan kucuran dana untuk kesehatan haji yang oleh DPR disetujui sebesar Rp 296 miliar. Mereka berharap dana itu benar-benar dioptimalkan untuk layanan kesehatan jamaah. Petugas kesehatan haji diminta juga telaten melayani para pasien. "Harus banyak senyum, bertugas sekaligus beribadah," ujar Busro.
Dhiana juga menekankan perlunya penambahan petugas keamanan dari kalangan perempuan. "Sekarang sudah ada 53 petugas keamanan, petugas keamanan wanita juga perlu sebanyak itu," usul Dhiana.
Selain meninjau pemondokan dan BPHI, anggota tim lainnya juga memantau katering.
Tim 17 orang ini telah memantau Jeddah, lalu Madinah, dan besok ke Makkah. Tim akan bekerja hingga 28 Oktober. Setelah itu akan datang lagi rombongan DPR untuk memantau pelaksanaan puncak haji bulan depan.
(nrl/irw)











































